Follow us:

5 Dampak Buruk Minum Sambil Berdiri

Minum banyak air putih memang sangat baik untuk kesehatan. Namun, hindari minum sambil berdiri karena ternyata berpotensi membawa dampak buruk.

Yang paling umum terjadi biasanya tingkat oksigen menjadi terganggu. Air yang mengalir melalui sistem pencernaan yang sangat cepat berisiko mengganggu fungsi paru-paru dan jantung.

Kondisi tersebut secara tidak langsung akan mengganggu tingkat oksigen dalam darah. Akibatnya, tubuh akan mengalami sesak dan pusing.

Lalu apa saja dampak buruk minum sambil berdiri?

Manusia akan dibedakan derajatnya hanya dengan satu gelas air.

Orang yang punya ilmu dia mengambil gelas dengan tangan kanannya.
Maka dia mendapat satu pahala,

karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Makanlah dengan tangan kanan.” (HR. Muslim).
Dan ketika akan meneguknya dia mengatakan, “Bismillah”
maka dia mendapat dua pahala, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ucapkan Bismillah.” (HR. Muslim)
Ketika dia akan meminumnya tidak meniupnya walaupun panas, maka dia mendapat tiga pahala, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “dan janganlah engkau bernafas di bejana.” (HR. Muslim)
Kemudian apa?

Disunnahkan meneguknya tiga kali, walaupun boleh satu kali, tetapi adabnya tiga kali. Maka dapat empat pahala,
karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apabila beliau meneguk air dari gelas maka beliau bernafas tiga kali (HR. Muslim).

Dan apabila dia telah meminumnya mengatakan, “Alhamdulillah”, maka dapat lima pahala.

Sebagian orang minum dengan tangan kiri, tidak ada Bismillahnya, tidak ada apa-apanya, maka tidak ada derajat dengan satu gelas air.

Tapi orang yang berilmu, berkumpul beberapa derajat dengan satu gelas air.

Gangguan saluran kemih
Minum air sambil berdiri ternyata dapat membuat proses penyaringan yang dilakukan ginjal menjadi tidak optimal. Air yang mengalir langsung ke sistem pencernaan, bahkan dapat menyebabkan tumpukan kotoran di ginjal dan kandung kemih. Akibatnya, saluran kemih akan mengalami gangguan dan dalam jangka panjang ginjal akan mengalami kerusakan.

Sistem pencernaan terganggu
Air yang mengalir langsung ke dalam tubuh akan melewati usus dan menciprat ke dinding perut. Cipratan yang terjadi akan merusak sistem dinding perut dan pencernaan dalam jangka panjang.

Menyebabkan ulser dan heatburn
Air yang mengalir saat minum sambil berdiri dapat menciprat cukup keras ke area kerongkongan bagian bawah. Kondisi ini dapat mengganggu kumpulan serabut otot yang bekerja untuk menutup jalur pembukaan alamiah pada tubuh, selain menimbulkan sensasi terbakar di kerongkongan karena zat asam di perut naik ke atas. 

Selain melengkapi cairan dalam tubuh dan memperlancar sistem pencernaan, air juga berfungsi untuk mengencerkan kadar asam dalam tubuh. Oleh karenanya, saat air dikonsumsi secara cepat maka kadar asam di dalam tubuh akan sulit diproduksi. Akibatnya, zat asam dalam perut akan naik ke atas dan memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan. 

Saraf menegang
Minum sambil berdiri juga bisa memengaruhi sistem parasimpatetik. Sistem saraf tersebut akan menegang akibat proses penyerapan air yang buruk. Oleh karena itu, sebaiknya minumlah dalam kondisi duduk dan perlahan akan proses penyerapan air dapat berjalan lebih baik. 

Rasa haus susah hilang
Nyatanya, minum air sambil berdiri justru membuat rasa haus sulit hilang. Ini karena air yang mengalir langsung masuk ke dalam tubuh tidak akan menyumbang nutrisi dan vitamin yang dapat memuaskan dahaga dalam tubuh.

Itulan beberapa dampak buruk yang bisa terjadi jika minum sambil berdiri secara terus-menerus. Jadi, sebaiknya segera terapkan kebiasaan minum dengan posisi duduk.(HUD/Republika.co.id)

 

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved