Manfaat Bersyukur Kepada Allah
Syukur secara bahasa berarti pujian bagi orang yang memberikan kebaikan atas kebaikannya tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari bersyukur artinya berterima kasih kepada orang lain.
Sedangkan, secara istilah syukur dalam agama adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim, “Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Serta melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.”
Lawan dari syukur adalah kufur. Yaitu, enggan menyadari, bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah Ta’ala. Dari sini jelas sekali bahwa hadirnya kita sebagai manusia di bumi ini diwajibkan untuk bersyukur kepada Allah.
Karena-Nyalah kita bisa hidup, bekerja, makan, minum, dan beraktivitas sebagai manusia. Di sisi lain, syukur merupakan salah satu sifat dari 99 sifat-sifat Allah. Seperti dalam firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya Allah itu Ghafur dan Syakur” (QS. Asy-Syura: 23).
Ghafur artinya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-Nya dan Syakur artinya Allah Maha Pembalas Kebaikan-Kebaikan hamba-Nya. Bahkan, Allah melipatgandakan pahalanya. Karena, Allah tidak akan pernah sedikit pun salah dalam perhitungan.
Setidaknya, ada empat manfaat syukur yang bisa langsung dirasakan seseorang, ketika segala aktivitasnya dipenuhi dengan rasa syukur. Bukan yang lain.
Pertama, merupakan sebab datangnya ridha Allah. Sesuai firman Allah yang artinya, “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Mahakaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” (QS. Az-Zumar: 7).
Kedua, merupakan sebab selamatnya hamba dari azab Allah. Sesuai firman-Nya yang artinya “Tidaklah Allah akan mengazab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS An-Nisa: 147).
Ketiga, merupakan sebab ditambahnya nikmat. Sesuai firman-Nya yang artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan (pengumuman penting), sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).
Keempat, merupakan bukti hamba beriman. Sesuai sabda Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang artinya, “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan karena setiap perkaranya itu baik. Namun, tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan, ia bersabar dan itu baik baginya” (HR Muslim).
Tanpa hidup bersyukur, sejatinya kita akan gagal dan jauh dari kesuksesan hidup sesuai anjuran Al-Quran dan hadis. Wallahu a’lam. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments