Inilah Presiden Rohis Indonesia Pertama
Kongres Rohis Nasional I di Hotel Mercure Ancol mencatat sejarah baru bagi dunia pendidikan Islam Indonesia. Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan mekanisme pemilihan modern, Muhamad Ridanara Adiyatma, peserta dari Rohis Provinsi Jawa Tengah, ditetapkan sebagai Presiden Rohis Indonesia pertama.
Kongres Rohis Nasional berlangsung dari 12-15 November 2025. Kongres dibuka Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin dan ditutup Menag Nasaruddin Umar. Pemilihan ketua Rohis berlangsung pada hari ketiga kongres, 14 November 2025.
Proses pemilihan ini diikuti ratusan perwakilan Rohani Islam (Rohis) SMA/SMK dari seluruh Indonesia. Dari total 306 peserta yang terdaftar sebagai peserta kongres, diambil 34 orang yang merupakan ketua Rohis Provinsi. Tahapan seleksi kemudian menyusutkan jumlah kandidat menjadi 10 besar, hingga 3 besar, sebelum akhirnya terpilih satu Presiden Rohis.
Seleksi Dipimpin Direktur PAI
Proses verifikasi dan seleksi dilakukan secara ketat oleh tim yang dipimpin Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir. Para calon melewati dua tahap seleksi utama yakni tes kemampuan materi dan wawasan kebangsaan secara tertulis, untuk melihat pemahaman mereka tentang nilai-nilai keindonesiaan. Asesmen berikutnya adalah wawancara, untuk menggali kapasitas kepemimpinan, integritas, dan visi pembinaan Rohis di sekolah.
Dari proses tersebut, terpilih tiga kandidat terbaik yakni:
1. Reshi Raisha Azzahra (Bali)
2. Muhamad Ridanara Adiyatma (Jawa Tengah)
3. Muhamad Ghufron Sabki (DKI Jakarta)
Penyampaian Visi-Misi Berbahasa Asing
Pada tahap final, ketiga kandidat menyampaikan visi dan misi di hadapan seluruh peserta kongres. Mereka diminta menjelaskan arah pembangunan Rohis masa depan, termasuk program moderasi beragama, gerakan literasi PAI, penguatan karakter digital, dan wawasan lingkungan sebagai pelajar muslim.
Sebagai kejutan, Direktur PAI memberikan tantangan mendadak kepada para kandidat untuk unjuk gigi menyapa audiens menggunakan bahasa asing yang mereka kuasai. Tantangan ini menuai antusiasme peserta dan menjadi penilaian tambahan terkait kemampuan komunikasi global para calon pemimpin Rohis Indonesia.
E-Voting: Demokratis dan Transparan
Setelah seluruh sesi penyampaian visi dan tantangan selesai, peserta kongres melakukan pemilihan secara e-voting, sebuah inovasi yang menegaskan komitmen Rohis terhadap proses demokrasi yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Hasil pemilihan menunjukkan persaingan yang sangat ketat yaitu: Muhamad Ridanara Adiyatma: 133 suara (44%), Reshi Raisha Azzahra: 128 suara (43%) dan Muhamad Ghufron Sabki: 40 suara (13%)
Dengan selisih tipis, sidang pleno menetapkan Ridanara sebagai Presiden Rohis Indonesia periode pertama dan Reshi yang merupakan satu-satunya kandidat muslimah sebagai Sekjen Rohis Indonesia.
Pemilihan Presiden Rohis Indonesia yang pertama secara nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi kepemimpinan, tetapi juga simbol lahirnya tradisi baru di lingkungan pelajar muslim yang bersifat demokratis, transparan, menghargai proses, serta mengutamakan integritas.
Kementerian Agama berharap kepemimpinan Presiden Rohis Indonesia pertama ini menjadi awal terbentuknya jaringan pembinaan Rohis yang lebih terstruktur, inovatif, dan berlandaskan nilai- nilai Islam Rahmatan Lil’Alamin. (UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments