Follow us:

Keluarga Sakinah Bukan Berarti Tanpa Masalah

Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang terbebas dari persoalan. Sebaliknya, keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu menghadapi setiap tantangan dengan komunikasi, saling menghormati, dan saling menguatkan.

Pesan itu disampaikan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat Senam dan Pengajian Sakinah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di Masjid Raudhatul Jannah, Jakarta Timur. Kegiatan yang mengusung tema “Pondasi Sakinah untuk ASN Menjadi Uswah Hasanah di Kantor dan di Rumah” tersebut menjadi bagian dari pembinaan pegawai melalui penguatan kesehatan jasmani, mental spiritual, sekaligus mempererat silaturahmi antar-ASN. Upaya ini sejalan dengan arah pembinaan keluarga yang terus didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai fondasi menghadirkan ASN yang berintegritas, moderat, dan memberi teladan di tengah masyarakat.

Abu Rokhmad mengungkapkan, keluarga merupakan fondasi utama kehidupan seseorang. Menurutnya, tantangan hidup tidak mungkin dihadapi sendirian sehingga setiap pasangan perlu membangun rumah tangga yang saling menguatkan sejak awal. “Keluarga sakinah bukan berarti tanpa masalah. Yang terpenting adalah bagaimana suami dan istri menghadapi persoalan bersama. Dunia ini terlalu berat untuk kita hadapi sendiri,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Rabu (8 Juli 2026).

Ia menjelaskan, komunikasi yang sehat menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan keluarga. Karena itu, pasangan suami istri perlu membiasakan diri saling mendengar, berbagi cerita, serta menghadapi persoalan dengan kepala dingin agar rumah menjadi tempat kembali yang menghadirkan ketenangan.

Abu Rokhmad juga mengajak peserta menjadikan Rasulullah Muhammad Saw. sebagai teladan dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, Rasulullah menunjukkan penghormatan yang tinggi kepada istri sehingga sikap saling memuliakan harus menjadi budaya dalam keluarga muslim. Nilai tersebut, lanjutnya, penting diteladani ASN agar mampu menghadirkan keharmonisan di rumah sekaligus menjadi contoh di lingkungan kerja dan masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Adib mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan ASN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga penguatan keluarga sebagai fondasi pelayanan publik. Ia berharap sinergi pembinaan seperti ini terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Yang hadir hari ini semuanya adalah pimpinan. Karena itu saya berharap para pimpinan menjadi penyemangat, teladan, sekaligus motivator bagi pegawai di unit kerja masing-masing,” kata Adib.

Menurut Adib, keluarga yang kuat akan melahirkan ASN yang lebih tangguh dalam menjalankan tugas. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk saling mendukung, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya kerja yang dimulai dari ketahanan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, psikolog pernikahan Risatianti Kolopaking menyampaikan materi bertajuk “Dekat, Percaya, Setia: Kunci Keluarga Sakinah”. Ia menguraikan pentingnya membangun kedekatan emosional, rasa percaya, dan komitmen sebagai fondasi hubungan suami istri yang sehat.

Menurut Risatianti, kedekatan dalam keluarga tidak lahir dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui komunikasi yang konsisten, empati, dan kesediaan mendengarkan pasangan. Ketiga aspek tersebut menjadi modal utama menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga. “Kedekatan, kepercayaan, dan kesetiaan bukan sekadar perasaan, melainkan sikap yang perlu dipelihara setiap hari dalam kehidupan berkeluarga,” jelas Risatianti dalam pemaparannya.

Ia menambahkan, keluarga yang sehat akan menciptakan ruang aman bagi setiap anggota keluarga untuk bertumbuh. Karena itu, pasangan perlu membangun komunikasi yang terbuka, saling menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan tanpa mengedepankan emosi.

Melalui pembinaan semacam ini, Risatianti berharap semakin banyak keluarga ASN yang memiliki ketahanan psikologis sehingga mampu menjalankan peran sebagai teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diikuti sekitar 219 peserta, terdiri atas Kepala Kantor Wilayah, Kepala Bagian Tata Usaha, para kepala bidang, kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, pembimbing masyarakat, kepala madrasah negeri, kepala KUA, ketua tim kerja, serta pejabat struktural di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Selain pengarahan dan sesi materi, acara juga diisi penampilan hadrah, Tepuk Sakinah, dan testimoni perkawinan oleh Kepala KUA Kecamatan Tanah Abang Muhammad Faiz Arrauhi. (UYR/Kemenag)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved