Wisudawan UIN Siber Cirebon Persembahkan Inovasi Robot Pencari Kiblat
Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor kali kelima di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan momen berbeda dan menginspirasi. Di tengah kebahagiaan para wisudawan dan keluarga, Qoriatunnisa, wisudawati Program Studi Ilmu Falak, mempersembahkan hasil karya penelitian berupa Smart Qibla Finder Robot berbasis Arduino Uno R3.
Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian dalam skripsinya yang berjudul “Rancang Bangun Arduino Uno R3 Based Smart Qibla Finder Robot.” Karya itu diserahkan Qoriatunnisa kepada Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Aan Jaelani.
Dalam momen wisuda itu, Qoriatunnisa tidak hanya meninggalkan kampus dengan membawa ijazah, tetapi juga meninggalkan sebuah karya sebagai kontribusi kepada almamater.
Inovasi Pencari Kiblat
Qoriatunnisa lahir di Cirebon pada 2004. Ia berasal dari Desa Jatipura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Sebagai mahasiswa Ilmu Falak, ia memilih mengembangkan teknologi untuk mendukung salah satu bidang penting dalam keilmuan tersebut, yakni penentuan arah kiblat.
“Smart Qibla Finder Robot menjadi bukti bahwa ilmu Falak dapat dikembangkan dengan pendekatan teknologi digital. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi Islam memiliki ruang yang luas untuk mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, dan teknologi,” terang Qoriatunnisa di Cirebon, Kamis (13 Agustus 2026).
Bagi Qoriatunnisa, karya tersebut tidak berhenti sebagai tugas akhir untuk memenuhi persyaratan akademik. Ia memilih menjadikannya sebagai warisan kecil untuk kampus tempat dirinya belajar dan berkembang.
Apresiasi Kampus
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, mengaku bangga dan memberikan apresiasi terhadap karya Qoriatunnisa. Menurutnya, inovasi seperti Rancang Bangun Arduino Uno R3 Based Smart Qibla Finder Robot menunjukkan bahwa pendidikan tinggi Islam dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi.
“Karya mahasiswa seperti ini menjadi gambaran bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterjemahkan menjadi produk dan inovasi yang memiliki manfaat,” sebutnya.
“Saya harap mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berani menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” sambungnya.
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Edy Setyawan. Dia menilai, keberhasilan Qoriatunnisa menghasilkan karya inovatif menjadi kebanggaan tersendiri.
“Karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi,” ujarnya.
Bagi Fakultas Syariah, prestasi Qoriatunnisa sekaligus menjadi pesan bahwa Ilmu Falak memiliki masa depan yang luas ketika dikembangkan secara kreatif dan terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Kehadiran Smart Qibla Finder Robot memperlihatkan semangat transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University. Teknologi tidak harus dipisahkan dari ilmu-ilmu keislaman. Justru, keduanya dapat dipertemukan untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Inilah semangat pendidikan yang ingin terus dikembangkan: ilmu keislaman yang adaptif, teknologi yang humanis, serta inovasi yang memberikan manfaat.
Kisah Qoriatunnisa menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa dari daerah pun mampu menghasilkan karya yang membanggakan ketika mendapatkan ruang untuk belajar, bereksperimen, dan berinovasi. (UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments