Grand Mufti Kroasia Bicara Membangun Budaya Damai dari Masjid hingga Keluarga
Budaya damai tidak hanya dibangun melalui forum internasional, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat. Grand Mufti Kroasia Aziz ef. Hasanović menekankan pentingnya pendidikan, keluarga, serta keteladanan pemimpin agama dalam membangun kebiasaan hidup damai.
Dalam sesi International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Aziz mengatakan proses membangun perdamaian harus dimulai dari individu sebelum berkembang menjadi budaya bersama, Sabtu (26 September 2026).
“Perdamaian dimulai dari individu,” ujar Aziz.
Menurutnya, imam memiliki pengaruh moral di tengah masyarakat. Karena itu, keteladanan imam tidak berhenti pada kepemimpinan dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga tercermin dalam cara membangun kepercayaan dan hubungan dengan masyarakat.
Aziz menyebut kepercayaan, martabat manusia, dan dialog sebagai unsur penting dalam membangun hubungan yang damai.
“Kepercayaan, martabat, dialog,” katanya.
Menurut Aziz, nilai-nilai tersebut perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Perdamaian tidak cukup hanya dibicarakan sebagai gagasan besar, tetapi perlu diterjemahkan dalam hubungan antarmanusia di tingkat paling dekat.
Ia kemudian menempatkan masjid sebagai salah satu ruang penting dalam proses tersebut. Menurutnya, budaya damai dapat mulai dibangun dari lingkungan masjid melalui pendidikan dan pembentukan karakter.
“Perdamaian bermula dari masjid,” ujarnya.
Dari masjid, nilai tersebut kemudian dapat dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan menjadi bagian penting karena kebiasaan dan cara pandang terhadap orang lain dibentuk sejak dini.
Aziz menekankan perhatian terhadap generasi muda. Menurut dia, pembentukan generasi yang mampu hidup bersama secara damai memerlukan pendidikan yang menanamkan keterbukaan, penghormatan, dan kemampuan berdialog.
Ia juga menempatkan keluarga sebagai lingkungan penting setelah masjid dan pendidikan. Nilai yang diperoleh seseorang tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi dibawa ke rumah dan lingkungan sosial.
“Pendidikan, keluarga, pemuda, tetangga,” kata Aziz saat menjelaskan ruang-ruang tempat budaya damai perlu dibangun.
Menurutnya, proses tersebut kemudian membentuk kepercayaan antarmanusia. Ketika kepercayaan tumbuh, masyarakat memiliki modal sosial untuk menghadapi perbedaan tanpa menjadikannya sumber pertentangan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perdamaian memiliki dimensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Peran imam, pendidikan, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi bagian dari proses panjang membangun budaya damai.
Pesan itu disampaikan Aziz dalam pembahasan IGIC 2026 yang membicarakan hubungan antara peran imam, masjid, dan kehidupan sosial masyarakat. Ia mengajak agar nilai perdamaian tidak berhenti sebagai pesan forum, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari. (UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments