Ini Rahasia Mengapa Nabi Isa Bicara Saat Bayi dan Deklarasikan Tauhid
Ketika Maryam melahirkan Isa ‘alaihissalam dan membawanya kepada kaumnya, mereka mengingkari dan mencela perbuatannya.
Mereka bahkan menuduh Maryam telah melakukan perzinaan. Maryam kemudian menunjuk kepada Isa agar ia sendiri yang berbicara dan menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
Isa ‘alaihissalam pun memulai perkataannya dengan menegaskan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan dan satu-satunya sesembahan yang benar.
Tidak ada seorang pun yang menjadi sekutu-Nya dalam uluhiyah maupun rububiyah. Ia juga menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah, seorang makhluk yang diciptakan oleh-Nya dengan penciptaan yang istimewa sebagai sebuah mukjizat, tanpa seorang ayah. Ia adalah hamba Allah, bukan sekutu bagi-Nya dan bukan pula anak-Nya.
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Quran al-Adhim menyatakan, hal pertama yang diucapkannya adalah menyucikan dan menafikan segala sesuatu yang tidak layak bagi Rabb-nya Ta‘ala, yaitu anggapan bahwa Allah mempunyai anak, sekaligus menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Rabb-nya.”
Allah semata adalah Rabb dan Tuhan. Adapun selain-Nya, semuanya adalah hamba-Nya. Mencampuradukkan kedudukan antara Tuhan dan hamba merupakan kekufuran dan kesyirikan kepada Allah.
Apabila seseorang mengangkat salah satu hamba Allah hingga menjadikannya tandingan bagi Allah, maka ia telah melakukan kekufuran dan kesyirikan kepada-Nya.
Inilah dasar keimanan yang disampaikan oleh Isa ‘alaihissalam sejak masih berada di dalam buaian. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah dan bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb dan Tuhan.
Pernyataan ini menjadi bantahan sejak awal terhadap apa yang kemudian akan diklaim oleh sebagian manusia, yaitu bahwa Isa adalah anak Allah.
Setelah menegaskan kehambaannya kepada Allah, Isa ‘alaihissalam kemudian menyampaikan apa yang akan Allah berikan kepadanya di masa mendatang. Nabi Isa berkata:
آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
“Dia telah memberiku Kitab dan menjadikanku seorang nabi.” (QS Maryam: 30)
Ungkapan tersebut menunjukkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, yakni: Allah akan memberiku Kitab dan menjadikanku seorang nabi.
Yang dimaksud dengan “Kitab” di sini adalah Injil, yang kelak Allah berikan kepadanya dan menjadikannya sebagai kitab yang membenarkan Taurat yang telah diturunkan sebelumnya.
Isa yang masih bayi tidak mengucapkan perkataan tersebut berdasarkan kemampuannya sendiri, tetapi Allah-lah yang mengilhamkannya untuk mengucapkan perkataan itu.
Allah memberitahunya bahwa kelak Dia akan menurunkan Injil kepadanya dan menjadikannya seorang nabi sekaligus rasul.
Jika ucapan “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah” merupakan bantahan sejak dini terhadap klaim sebagian orang yang kelak menisbatkan kedudukan ketuhanan kepada Isa, maka ucapan “dan Dia menjadikanku seorang nabi” juga merupakan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang kelak mengingkari kenabiannya dan bahkan berusaha membunuhnya.
Ucapan Isa ‘alaihissalam tentang dirinya sebagai seorang nabi merupakan perwujudan dari kabar gembira yang sebelumnya telah disampaikan oleh Jibril ‘alaihissalam kepada Maryam, sebelum masa kehamilan dan kelahiran Isa. Allah Ta‘ala berfirman:
يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ
“Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat dari-Nya, namanya Al-Masih, Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Dan dia akan berbicara kepada manusia ketika masih dalam buaian dan ketika telah dewasa, dan dia termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ali ‘Imran: 45–46)
Dengan demikian, perkataan Isa ‘alaihissalam ketika masih berada di dalam buaian merupakan mukjizat dari Allah sekaligus penegasan yang sangat jelas tentang kedudukannya: ia adalah hamba Allah dan seorang nabi-Nya, sedangkan Allah adalah satu-satunya Rabb dan Tuhan yang berhak disembah. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments