Follow us:

Adzan Pertama Gunakan Pengeras Suara Dikumandangkan di Amsterdam

 

DARUSSALAM.ID -Kumandang adzan untuk shalat Jumat (15/11) memakai pengeras suara untuk pertama kalinya dilakukan di Amsterdam, ibu kota Belanda.

Menurut Juru bicara Masjid Biru, Nourdeen Wildeman di Amsterdam, pihaknya sudah merencanakan adzan menggunakan pengeras suara pada Jumat lalu, tetapi kabel sistem yang terhubung di audio diputus oleh orang tidak dikenal, demikian Anadolu Agency , Sabtu (16/11).

Jumat ini menjadi sejarah baru bagi penduduk Muslim di Amsterdam, bahkan para pengunjung masjid dan penduduk setempat berdiri di luar untuk merekam momen ini di ponsel mereka.

“Mereka senang dan merasa terhormat mendengar suara adzan dengan pengeras dikumandangkan, meskipun sebelumnya ada penundaan,” kata Wildeman.

Ia menjelaskan bahwa baru ada 7% masjid di Belanda yang mengumandangkan azan setelah bertahun-tahun. Wildeman mencatat bahwa ini adalah adzan pertama kalinya bagi ibu kota Belanda.

“Ada reaksi berbeda dari penduduk setempat. Beberapa mengkritiknya, tetapi secara umum reaksinya positif,” tambahnya.

Di samping itu, Ursula van Spronsen, seorang warga setempat, mengatakan saya datang ke masjid untuk pertama kalinya mendengar adzan dan itu terdengar bagus.

Di Belanda, di mana kebebasan beragama dilindungi oleh Konstitusi, diperbolehkan bagi semua agama untuk memanggil orang-orang beriman untuk beribadah dengan hukum yang diatur pada tahun 1980.

Menurut hukum, kotamadya dapat membatasi durasi dan volume adzan, tetapi tidak dapat melarangnya. Ada sekitar 500 masjid di seluruh Belanda.

Blauwe Moskee atau Masjid Blauwe yang berada di Amsterdam untuk pertama kalinya gunakan pengeras suara untuk azan Shalat Jumat, (8/11/2019).

Dilansir di , imam masjid Yassin Elforkani mengatakan satu hari sebelumnya sebuah perusahaan melakukan tes tingkat kebisingan. Hal ini dilalukan untuk memastikan suara adzan yang diperdengarkan tidak melebihi batas kebisingan.

Elforkani berharap adzan pertama yang menggunakan pengeras suara saat shalat Jumat dapat menjadi tradisi baru. Sejak pekan ini, azan untuk Shalat Jumat akan menggunakan pengeras suara.

Dia berharap dengan hal itu membuat Islam lebih terlihat dan penduduk Amsterdam menjadi lebih terbiasa dengan agama ini.

“Kami tidak ingin memprovokasi dengan ini, tetapi mencoba untuk menormalkan tradisi Islam,” kata imam tersebut.

Tetapi mereka harus mengakui bahwa ini merupakan kebebasan beragama seperti gereja-gereja Kristen diizinkan membunyikan lonceng pada hari Ahad.(Hud/Minanews.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved