Follow us:

AS Ancam Tarik Pasukan dari Arab Saudi Jika Krisis Minyak Tidak Diselesaikan

DARUSSALAM.ID, Washington – Amerika Serikat harus menarik semua pasukannya jika Arab Saudi menolak untuk menurunkan produksi minyaknya dan menyelesaikan krisis harga minyak. Demikian pernyataan seorang senator AS.

Di Twitter, Senator Kevin Cramer mengatakan: “Mereka berpura-pura menjadi sekutu, tetapi mereka menggunakan COVID-19 untuk membuat America bangkrut.” Dia menyerukan AS untuk menarik pasukan dari Kerajaan jika tidak berhenti mengobarkan perang terhadap energi Amerika.

Cramer menambahkan bahwa pemerintah AS dapat mulai  memberlakukan tarif  atau melakukan embargo pada kerajaan Teluk untuk mencegah minyak mentah Saudi diekspor ke AS.

Senator Dan Sullivan juga memberi pernyataan serupa, mendesak AS untuk menarik semua pasukan militer dan sistem pertahanan dari kerajaan jika tidak mematuhi permintaan untuk memotong produksi minyak dan menstabilkan pasar minyak global, yang telah menyebabkan perusahaan-perusahaan energi AS menderita secara signifikan.

Kedua anggota parlemen tersebut dilaporkan akan menghubungi para pejabat Saudi pada hari Sabtu untuk menyelesaikan situasi. Pernyataan mereka muncul datang ketika terjadi pertemuan virtual negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Ekonomi Minyak (OPEC) dan sekutu yang membahas tentang kemungkinan pemotongan produksi minyak untuk menstabilkan pasar. Para menteri energi negara-negara G20 juga akan membahas stabilitas pasar energi.

Krisis harga minyak yang sedang berlangsung telah mengguncang pasar global selama dua bulan terakhir. Hal ini dimulai dari ketika Arab Saudi secara  tajam meningkatkan  produksi minyaknya yang mengakibatkan harga minyak turun hingga $ 25 per barel. Bahkan sebelumnya telah  diprediksi  bahwa perang harga minyak dapat menurunkan harga lebih jauh menjadi $ 10 per barel.

Salah satu dampak krisis menegangnya hubungan Saudi-AS dalam beberapa pekan terakhir. Amerika menjadi salah satu pemangku kepentingan utama yang terkena dampak perang harga minyak ini yang dikatakan sebagai yang terburuk dalam seratus tahun. Untuk menstabilkan situasi, AS dilaporkan telah mengambil langkah-langkah dalam beberapa pekan terakhir untuk membawa stabilitas ke pasar, di mana Presiden Donald Trump  mengirim utusan khusus  ke kerajaan untuk bernegosiasi.

Seruan penarikan militer AS juga datang ketika sebuah surat yang ditandatangani oleh 50 DPR Republik memberi Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) memperingatkan bahwa jika kerajaan tidak memotong produksi minyak, AS akan bertindak.

Perwakilan mengatakan bahwa kerja sama ekonomi dan militer dan hubungan bilateral antara kedua sekutu akan dalam bahaya jika Arab Saudi tidak mematuhi. “Jika Kerajaan gagal bertindak adil untuk membalikkan krisis energi yang diproduksi ini, kami akan mendorong setiap tanggapan timbal balik yang dianggap tepat oleh pemerintah AS,” bunyi surat itu.

“Kegagalan untuk mengatasi krisis energi ini akan membahayakan upaya bersama antara negara-negara kita untuk berkolaborasi secara ekonomi dan militer,” lanjutnya.

“Kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah telah mempertahankan stabilitas yang menyediakan kemakmuran ekonomi dan menjamin keamanan kedua negara kita,” kata pernyataan itu.(hud/kiblat.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved