Follow us:

Belasan Sipil Suriah Tewas Dalam Serangan Jet Tempur Rusia

DARUSSALAM.ID,Idlib – Setidaknya 12 warga sipil—tujuh di antarany anak-anak— tewas akibat serangan udara pesawat tempur Rusia di provinsi Idlib pada Selasa (21/01/2020). Demikian laporan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR).

SOHR menjelaskan, delapan dari korban itu berasal dari satu keluarga dengan enam anak-anak. Mereka tewas akibat serangan udara di barat provinsi Aleppo.

“Salah satu serangan menargetkan sebuah rumah di pinggiran desa Kfartaal, yang menewaskan seluruh keluarga, termasuk enam anak,” kata Rami Abdel Rahman, direktur SOHR, kepada AFP.

Sementara dua korban sipil lainnya berasal dari pedesaan Idlib.

SOHR memprediksi jumlah korban tewas bisa bertambah. Hal itu mengingat sejumlah korban selamat dalam kondisi kritis.

Provinsi Idlib, rumah terakhir oposisi Suriah, menjadi sasaran serangan pasukan udara dan darat rezim Damaskus sejak akhir tahun lalu. Militer rezim memfokuskan serangan ke pedesaan Idlib selatan dan timur laut.

Abdel Rahman menunjukkan, sejak tiga hari terakhir kawasan pedesaan Idlib dan sekitarnya, khususnya Aleppo barat, menjadi sasaran jet tempur Rusia. Pesawat rezim tak diterjunkan dalam gempuran itu.

“Rusia ingin menjauhkan para jihadis dan faksi oposisi dari Aleppo kota dan jalan Aleppo-Damaskus,” katanya.

Abdel Rahman menganggap bahwa penembakan ini “mungkin merupakan awal dari operasi militer darat”, terutama karena “rezim memobilisasi pasukan ke pinggiran kota Aleppo selama beberapa minggu terakhir.”

Ini terjadi setelah pembunuhan terhadap sedikitnya tujuh warga sipil, termasuk lima anak-anak, dalam serangan yang diluncurkan oleh pesawat tempur Rusia di Kegubernuran Aleppo, menurut SOHR.

Sejak Desember, pasukan Rusia dan sekutu mereka, Rusia, telah meningkatkan operasi mereka di kawasan itu, khususnya di pedesaan Idlib selatan, yang telah mendorong sekitar 350.000 orang untuk pindah ke wilayah utara yang lebih aman, menurut PBB.

Setelah berminggu-minggu pemboman dengan kekerasan, Rusia mengumumkan pada tanggal sembilan bulan ini tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang kemudian dikonfirmasi oleh Turki.

Namun, gencatan senjata berlangsung hanya beberapa hari sebelum pesawat tempur meningkat kembali operasinya sejak pertengahan pekan lalu di daerah yang sebagian besar di bawah kendali Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan faksi-faksi oposisi lainnya.

Damaskus menegaskan kembali niatnya untuk merebut seluruh Idlib dan sekitarnya dengan berbagai cara.(Hud/Kiblat.Net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved