PBB Sebut Lebih dari 8000 Orang Mengungsi Akibat Pertempuran di Sekitar Ibukota Libya

DARUSSALAM.ID, JENEWA, SWISS – Lebih dari 8.000 orang telah melarikan diri dari pertempuran di sekitar ibukota Libya, setengah dari mereka telah mengungsi selama dua hari terakhir, PBB mengatakan Jum’at (12/4/2019).

“Pengungsi dari daerah-daerah yang terkena bentrokan di sekitar Tripoli terus melonjak,” kata juru bicara PBB Rheal Leblanc kepada wartawan di Jenewa.

Selain dari mereka yang telah melarikan diri, Leblanc mengatakan bahwa “banyak keluarga tetap terdampar di dalam wilayah yang terkena dampak konflik,” dengan kekhawatiran akan keselamatan yang meningkat dan persediaan yang menipis.

Orang kuat militer Khalifa Haftar telah melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB, mengintensifkan krisis di negara itu yang terbelah oleh perpecahan sejak penggulingan diktator Muammar Kadhafi yang didukung-NATO pada 2011.

Lusinan orang telah terbunuh dalam sepekan terakhir dan lebih dari 300 orang terluka, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Berbicara melalui telepon dari Tripoli, perwakilan WHO di Libya Jaffar Hussain Syed mengatakan kepada wartawan bahwa “pertempuran semakin dekat dari pinggiran hingga ke dalam Tripoli”

“Ketakutan kami adalah akan ada lebih banyak korban sipil,” katanya.

Kemajuan Haftar telah memicu meningkatnya alarm global, dengan PBB memperingatkan situasi bisa lepas kendali. (Masykur/Voa-islam.com)

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *