Inilah Keistimewaan Umat Nabi Muhammad

Darussalam.idImam al-Tabari ketika menafsirkan kalimat Akhadza al-Alwah dalam surah al-A’raf ayat 150 mengutip perkataan Qatadah yang menyebutkan: Musa berkata, Tuhan, dalam Alwah saya menemukan keterangan tentang umat terbaik yang diutus untuk segenap manusia. Mereka menyuruh pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, jadikan mereka sebagai umatku!

Allah menjawab, Mereka umat Ahmad (Nabi Muhammad). Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat terakhir (dalam penciptaan), tapi paling awal masuk surga. Tuhan, jadikan mereka sebagai umatku! Allah berfirman, Mereka umat Ahmad.

Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat yang hafal kitab suci mereka dan bisa membacanya (karena tertulis). Sementara umat terdahulu hanya bisa membacanya sehingga ketika kitab suci mereka diangkat, mereka tidak hafal sedikit pun dari kitab tersebut dan mereka juga tidak bisa mengetahui isinya. (Qatadah menambahkan: Sesungguhnya Allah memberi kekuatan hafalan untuk umat ini yang tidak diberikan pada umat-umat yang lain). Musa berdoa, Tuhan, jadikan mereka sebagai umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad.

Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat yang percaya pada kitab suci yang turun sebelum mereka dan kitab suci yang turun pada mereka. Mereka juga memerangi kelompok sesat sehingga mereka sampai membunuh seorang buta yang pembohong (mengaku nabi), jadikan mereka sebagai umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad.

Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat yang sedekah mereka dimakan di perut-perut mereka dan mereka mendapat pahala untuk itu. Sementara umat sebelumnya ketika bersedekah dan sedekahnya diterima, maka Allah akan mengutus api untuk melenyapkannya, dan ketika sedekah itu tidak diterima, maka api itu akan meninggalkannya dan sedekah itu akan dimakan binatang buas atau burung. Allah juga menganjurkan mereka yang kaya untuk ber sedekah pada yang miskin. Musa berkata, Jadikan mereka sebagai umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad.

Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat ketika salah seorang dari mereka ingin me lakukan kebaikan kemudian tidak sempat melakukannya, maka akan dicatat baginya satu kebaik an. Jika melakukannya, maka akan dicatat baginya 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Tuhan, jadi kan mereka umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad.

Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat ketika di antara mereka ingin melakukan kejahatan tidak dicatat baginya kejahatan itu sampai mereka melakukannya. Jika mereka melakukannya hanya dicatat satu keburukan. Maka jadikan mereka sebagai umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad.

Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat yang menerima seruan (dakwah) dan seruan mereka didengar. Jadikan mereka umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad. Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat yang diberi syafaat dan dapat menerima syafaat. Jadikan mereka umatku! Allah menjawab, Mereka umat Ahmad.

Akhirnya Musa berkata, Ya Allah! Jadikan saya sebagai umat Ahmad! Dan umat Ahmad itu adalah kita, umat Islam, yang semestinya mempergunakan kesempatan sebagai umat terbaik sebagaimana yang dicita-citakan Nabi Musa. (Republika/Yum)

Read More

Inilah Manfaat Membaca Alquran Bagi Kesehatan

Darussalam.id – Membaca atau mendengarkan ayat-ayat Alquran, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Baik mereka yang mengerti maupun yang tidak mengerti Bahasa Arab, akan merasakan manfaat kesehatan tersebut.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, telah berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci Alquran, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat menangkal berbagai macam penyakit. Hal tersebut, kemudian dikuatkan lagi oleh penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

Dalam Islam, bagi mereka yang sedang mengaji disarankan untuk bersuara atau minimal terdengar oleh telinga sendiri. Rupanya, setiap sel di dalam tubuh manusia bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.

“Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya,” tutur Muhammad Salim dalam hasil penelitiannya itu.

Dr Al Qadhi menemukan, membaca Alquran dengan bersuara, akan memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya. Penelitian berikutnya, membuktikan sel kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.

Ini membuktikan, membaca Alquran memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker, tentu harus dengan keyakinan dan tawakal. Tidak hanya itu, virus dan kuman juga berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Alquran, dan di saat yang sama, sel-sel sehat menjadi aktif.

Pengembalian keseimbangan tubuh itu dengan baca Alquran, juga tertulis dalam Surat Al Isra 17: 82. “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”

Umat Islam harus lebih sering lagi rajin dalam membaca Alquran, karena dalam sebuah penelitian lainnya, ditemukan bahwa suara yang paling memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuh, adalah suara si pemilik tubuh itu sendiri. Hal itu juga tertulis dalam Surat Al-Araf 7: 55, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”

Untuk itu, sebaiknya bacalah Alquran di pagi hari dan malam hari sebelum tidur, untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas memberikan efek menyembuhkan. Perbaiki membaca Alquran (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid), karena efek suara kita sendirilah yang paling dahsyat dalam penyembuhan. (Republika/Yum)

Read More

Zikir Itu Obat Hati

Subhanallah,  dosa itu membuat kamu gelisah, zikir itulah “dawaauhu”, obatnya.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman:  “Dan orang orang beriman itu tenteram hati mereka dengan berzikir, ketahuilah hanya dg berdzikir hati itu akan tenteram.” (QS Ar Ro’du 28).

“…Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.” (QS Ali Imran 41).

“Barang siapa yang tidak mau mengingat Aku,  dia akan mendapat kehidupan yang sulit dan di akhirat akan dikumpulkan sebagai orang buta.” (QS Thaha 124).

“Maka ingatlah kamu kepada-Ku supaya Aku ingat pula kepadamu dan syukurlah kamu kepada-Ku dan janganlah kamu menjadi orang yang kufur.” (QS Al baqarah 152).

Rasulullah bersabda, “Maukah kuberitahukan kepadamu suatu amalan yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhanmu, dan paling menaikkan derajatmu, dan lebih baik bagimu daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagimu daripada berjuang melawan musuh, kamu membunuh musuh atau musuh membunuhmu?”, para sahabat menjawab, “ya”. Sabda beliau, “zikrullah” (HR Ahmad, Tarmidzi, Ibnu Majah).

 

Allahumma ya Allah berkahi majlis zikir, persahabatan dan harakah da’wah kami. Aamiin

Ditulis oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham (Republika)

Read More