40 Tokoh Muslim dan Akademisi Indonesia Diundang Raja Salman untuk Berhaji

Darussalam.id – JAKARTA—Sebanyak 40 Warga Negara Indonesia (WNI), diberangkatkan ke tanah suci, Ahad (12/8/2018). Mereka merupakan tokoh dan akademisi yang diundang oleh Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk berhaji.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mengatakan, mereka yang diundang adalah tokoh-tokoh muslim yang punya pengaruh positif.

“Pemberangkatan haji dari Indonesia diberikan Raja kepada orang-orang yang berperan pengaruh positif muslim di Indonesia,” kata Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi di Jakarta, Ahad (12/8/2018).

Mayoritas mereka yang diundang belum pernah menunaikan Rukun Islam kelima itu.

“80 persen belum pernah haji, 20 persennya sudah pernah berangkat,” kata Osama.

Meski sudah ada yang berangkat haji, namun menurut Osama, berhaji atas undangan Raja Salman adalah sebuah kehormatan tersendiri.

Salah satu tokoh yang diundang Raja Salman untuk berhaji adalah Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini diundang sebagai perwakilan dari PBNU. Berbeda dengan jemaah haji pada umumnya, para undangan ini akan berada di Tanah Suci untuk berhaji hanya dua pekan.

“Kami akan melakukan kegiatan haji di sana seperti program haji pada umumnya. Semoga selamat sampai balik ke Indonesia,” kata Helmy. (ddn/Islampos)

 

Read More

Gerakan Indonesia Beradab Gelar Rakornas dan Seminar Pilar Kebangsaan

Darussalam.id– Hari ini, Sabtu (11/08/2018), agenda Gerakan Indonesia Beradab (GIB) menggelar Rapar Kerja Nasional (Rakornas) tahun 2018 yang dirangkai dengan sosialisasi dan seminar tentang Pilar Kebangsaan Indonesia di Gedung F Lantai 6 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta.

Ketua Presidium GIB Dr Bagus Riyono mengatakan, seminar 4 Pilar Kebangsaan Indonesia ini digelar untuk mengampanyekan nilai-nilai luhur bangsa. Sebagaimana cita-cita luhur GIB untuk menegakkan kembali nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam kehidupan Bangsa Indonesia.

“Hanya dengan itu bangsa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang tangguh, mandiri, adil, dan makmur serta dapat berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan dunia yang saling menghormati dan damai,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Jumat (10/08/2018).

Sementara itu, anggota Presidium GIB, Sukro, yang juga Ketua Panitia mengungkapkan, GIB akan terus menjadi pelopor bagi masyarakat dalam menegakkan nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara sesuai dengan falsafah Pancasila.

Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) ini mengaku khawatir akan fenomena kemerosotan moral bangsa khususnya generasi muda.

“Kami ingin kembali menegakkan nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara sesuai dengan falsafah Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan juga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kami khawatir dengan degradasi moral anak bangsa,” terang Sukro.

Ia menjelaskan, bagi suatu negara terdapat sistem keyakinan (belief system) atau filosofi (philosophische grondslag) yang isinya berupa konsep, prinsip, serta nilai yang dianut oleh masyarakat suatu negara. Filosofi dan prinsip keyakinan yang dianut oleh suatu negara itu digunakan sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hanya saja, kata Sukro, nilai-nilai empat pilar itu sudah mulai luntur seiring masuknya globalisasi. Ia berharap empat pilar bangsa terus disosialisasikan sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa.

“Oleh karenanya menjadi hal yang penting untuk terus memberikan sosialisasi seperti kegiatan yang digagas GIB ini,” tandasnya.

Sosialisasi empat pilar sendiri akan disampaikan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Seminar Parenting akan menghadirkan narasumber psikolog Elly Risman dan Guru Besar Ketahanan Keluarga IPB Prof. Euis Sunarti. Akan dilaksanakan pula GIB Award yang diberikan kepada tokoh-tokoh atau lembaga yang dianggap memperjuangkan nilai-nilai peradaban bangsa. (ddn/Hidayatullah.com)

Read More

“Israel” Hancurkan Pusat Kebudayaan Gaza, 18 Terluka

Darussalam.id – GAZA  – Setidaknya 18 orang cedera pada Kamis (9/8/2018) setelah pasukan pendudukan “Israel” menargetkan pusat kebudayaan di Jalur Gaza yang terkepung.

Pasukan penjajah Israel menargetkan pusat kebudayaan di Gaza pada Kamis (9/8/2018). [Foto Mohammed Asad / Middle East Monitor]

Juru bicara Departemen Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qudra, mengatakan pesawat tempur “Israel” menghancurkan Pusat Kebudayaan Said Al-Mishal kemarin malam.

Para saksi mengatakan angkatan udara menembakkan beberapa peringatan rudal di gedung itu sebelum serangan yang sebenarnya – sebuah taktik yang digunakan “Israel” untuk membuat orang mengevakuasi bangunan yang akan menjadi sasaran.

Tidak jelas mengapa “Israel” menyerang gedung itu.

Organisasi ini terletak di pusat Kota Gaza, dan menyelenggarakan banyak acara, drama dan pameran.

(ddn/arrahmah.com)

Read More