Peringatan Hari Santri Diisi Doa untuk Sulteng dan NTB

Darussalam.id – Peringatan Hari Santri Nasional 2018 yang berlangsung di halaman Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Selasa (16/10) malam, diisi dengan doa bersama untuk para korban gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah serta Nusa Tenggara Barat.

Acara bertajuk Jateng Bershalawat tersebut diawali dengan pemutaran film pendek yang didokumentasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Kota Palu dan sekitarnya. Pada film dokumenter itu mengisahkan perjalanan Ganjar saat melihat langsung beberapa daerah terdampak gempa dan tsunami di Sulteng.

Tampak rumah-rumah roboh, bangkai-bangkai mobil berserakan, tanah yang bergelombang jadi pembuka film tersebut yang berlanjut dengan para sukarelawan saat membangun hunian sementara bagi para pengungsi. “Saya baru pulang dari Palu mewakili saudara-saudara semua, saya menyampaikan pesan Gubernur Sulteng yang mengucapkan terima kasih kepada sampeyan semua,” kata Ganjar di hadapan masyarakat.

Ganjar kemudian mengajak jamaah Jateng Bersalawat yang hadir dan yang berada di rumah untuk terus mendoakan korban bencana yang di Sulteng dan NTB. “Semoga masyarakat yang ada di Palu, Sigi, Lombok dan di tempat lain, tabah dan ikhlas, sedangkan yang meninggal dunia semoga khusnul khatimah, kita akan terus membantu,” katanya.

Mantan anggota DPR RI itu mengajak seluruh warga Indonesia tidak saling menyalahkan dan mengaitkan bencana dengan perilaku apa pun. “Kita tidak boleh menyalahkan, mari kita dukung perbaikan Palu lebih baik dari kemarin, kalau ada yang mengatakan bencana di Palu karena banyak dosa, justru yang ngomong itu sumber dosa. Jangan menyalahkan Tuhan dan jangan menyalahkan makhluk,” ujarnya.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf meminta masyarakat agar tidak banyak bicara yang berujung memancing amarah. “Insya Allah, Jateng akan jadi contoh di Indonesia, apa pun yang ditentukan Allah jangan banyak omong,” katanya. (Antara/Republika)

Read More

Erdogan: Masjid Bukan Hanya Tempat Berdoa

Darussalam.id – Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan meminta mufti, pemimpin agama di Turki dari Direktoriat Agama, untuk lebih berperan aktif menangkal dan melawan TV yang berisi klenik dan kebohongan. Erdogan mengatakan para mufti harus berperan memberikan informasi agama ke publik.

“Ketika mufti tidak mengambil inisiatif, (platform ini) ini kosong, berisi orang-orang yang percaya takhayul dan pembawa acara membawakan acara musik dan tari-tarian,” kata Erdogan, kepada para mufti di Kompleks Presiden Turki di Ankara, seperti Hurriyet Daily News, Selasa (16/10).

Walaupun tidak menyinggung, Adnan Oktar, tokoh agama kontroversial di televisi, dalam pidatonya tapi banyak media Turki yang menilai Erdogan merujuk pada Oktar. Oktar yang dulu dikenal dengan nama Harun Yahya sudah ditangkap pada Juli lalu bersama banyak pengikutnya. Oktar membawakan acara di stasiun televisinya A9.

Acara itu mendiskusikan nilai-nilai Keislaman tapi acara tersebut menampilkan tari-tarian perempuan muda yang disebut ‘kitten’. Acara tersebut direkam di kompeks rumah mewah Harun Yahya. Acara itu menggabungkan khotbah Agama dengan tari-tarian erotis.

“Kita seharusnya tidak membuat masjid-masjid hanya menjadi tempat untuk berdoa, lalu semua orang bubar dan menutup pintu, ini hal yang paling tidak adil yang bisa kita lakukan untuk atap suci yang merupakan rumah Tuhan, ini yang membuat masjid harus selalu terbuka,” tambah Erdogan.

Dalam pidatonya ini Erdogan juga menyinggung soal FETO, organisasi oposisi pemerintah yang dipimpin Fethullah Gulen. Erdogan yakin Gulen dan kelompoknya yang telah mendalangi kudeta gagal pada 2016 lalu.

“Perjuangan nyata melawan FETO hanya dilakukan pada masa jabatan kami, tapi mari saya beritahu, kami pun terlambat, sayangnya kami harus membayar harga atas keterlambatan ini,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan jika perlawan terhadap FETO dilakukan sejak pemberontakan yang mereka lakukan kepada pemerintah dan pengusaha pada bulan Desember 2013 maka upaya kudeta tahun 2016 bisa dicegah. Pada 17 sampai 25 Desember 2013 tokoh-tokoh FETO sudah ditangkap karena diduga mencoba mengguling pemerintah Turki terpilih.

“Turki harus bisa menerima kritik pada diri sendiri dengan hati yang terbuka atas pengkhianatan 15 Juli. faktanya ancaman yang dilakukan orginasasi ini sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan dengan sensitif,” kata Erdogan. (Republika)

Read More

Albertus Masuk Islam

Darussalam.id – Alhamdulillah, Allah memberikan hidayah islam untuk saudara kita, Albertus Agung Silvester.

Senin, 15 Oktober 2018 setelah shalat ashar, para jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata turut serta menyaksikan ikrar syahadat. Albertus Agung Silvester yang sebelumnya beragama menyatakan diri masuk islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadat. ustadz Drs. H. Aseph Aonuddien, M.Si bertindak sebagai pembimbing juga memberikan nasihat agar Albertus Agung Silvester dapat istiqomah menjalankan syariat islam.

Albertus Agung Silvester menyampaikan salahsatu alasan masuk islamnya adalah karena sering menyimak pengajian-pengajian.

(ddn/Darussalam.id)

Read More