Salah Satu Pembunuh Ilmuwan Hamas Tertangkap di Kroasia

Foto: Mohammad Al-Zawari ditembak dari jarak dekat di mobilnya

Darussalam.id – Zagreb – Polisi Kroasia telah menangkap seorang warga Bosnia atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan seorang ilmuwan Hamas asal Tunisia pada tahun 2016. Mohammad al-Al-Zawari ditembak mati dari jarak dekat di dalam mobilnya di kota Sfax pada bulan Desember.

“Seorang warga Bosnia ditangkap pada 13 Maret atas dasar surat perintah penangkapan Interpol dari Tunisia. Orang itu berada dalam tahanan, dan prosedur ekstradisi bertanggung jawab atas badan hukum Kroasia, ” kata kantor berita Hina, Kamis (03/05/2018) seperti dikutip Reuters.

Seorang pejabat Tunisia mengonfirmasi laporan itu, bahwa dua tersangka telah diidentifikasi dan satu telah ditangkap di Kroasia.

Al-Zawari dikenal sebagai seorang insinyur aerospace dan ahli drone Hamas. Pihak berwenang Tunisia mengatakan bahwa mereka telah menangkap 10 orang Tunisia yang terlibat pembunuhannya. Namun dua orang asing perencana pembunuhan yang dicurigai sebagai anggota Mossad telah melarikan diri.

Belum lama, Hamas menyebut Mossad berada di balik pembunuhan Fadi al-Batsh bulan lalu di Malaysia. Dia adalah seorang ilmuwan Hamas yang dikatakan sebagai ahli membuat roket.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

(ddn/Kiblat.net)

Read More

Fun Walk untuk Baitul Maqdis

Darussalam.id – Bismillahirrahmanirrahim. Dalam memberikan Edukasi tentang kepedulian kita terhadap muslim Palestina, Relawan Baitul Maqdis bekerjasama dengan Formasi satu (Forum Kemakmuran Masjid Seluruh Indonesia Bersatu) dan Masjid darussalam Kota Wisata, akan menyelenggarakan  Fun Walk untuk Baitul Maqdis.

Selain acara Fun walk juga dimeriahkan oleh orasi dari para Ulama; Kh. Bachtiar Natsir dan Ulama Plestina. Selain itu dimeriahkan pula dengan acara Bazaar dan kegiatan lain untuk mendukung saudara muslim palestina.

Catat waktunya; Ahad, 6 Juli 2018 di  Area parkir masjid Darusslam Kota Wisata. Mari hadir, ajak sudara, tetangga dan reken-rekan lainnya. (ddn/Darussakam.id)

Read More

Perempuan Palestina di Garis Depan Protes Anti-Israel

Darussalam.id

Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) dengan tentara Israel di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel. Tembakan gencar peluru dan gas air mata oleh tentara Israel tidak menghalangi perempuan demonstran bergabung dalam protes mingguan di daerah perbatasan Jalur Gaza.

Ribuan orang Palestina berkumpul di bagian timur Jalur Gaza untuk menggelar protes mereka dalam pertemuan terbuka Jumat ketiga berturut-turut guna menentang Israel. Sebagai bagian dari pertemuan terbuka enam-pekan yang diberi nama “Pawai Akbar Kepulangan”, yang dimulai pada 30 Maret, rakyat Palestina menggelar lima pertemuan terbuka di bagian timur Jalur Gaza di sepanjang perbatasan dengan Israel untuk berdemonstrasi.

Pawai tersebut direncanakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari setelah peringatan ke-70 kemerdekaan Israel tapi diperingati oleh rakyat Palestina sebagai Hari Nakba atau “Hari Bencana”. Pada Jumat ketiga pawai itu, perempuan melemparkan batu ke arah tentara Israel sementara yang lain mengibarkan bendera Palestina di sepanjang pagar pembatas.

Perempuan lain membawa ban karet dan mengangkutnya buat demonstran yang membakar ban itu guna menghalangi daya pandang tentara Israel. Hal itu demi menghindari jatuhnya korban jiwa di kalangan pemrotes.

“Kehadiran saya pada pertemuan terbuka ini ialah membantu kaum pria dalam perjuangan nasional,” kata Salsabil, seorang perempuan yang berusia 23 tahun, selama protes di Kota Gaza.

Salsabil, yang berasal dari pengungsi dari Kota Jaffa di Israel, mengatakan demonstrasi damai itu memerlukan keikutsertaan semua unsur masyarakat. “Bergabung dalam protes semacam ini membawa kami lebih dekat dengan kembali ke rumah kami. Kami dipaksa meninggalkannya,” kata wanita itu, sambil memegang batu di tangannya.

Perempuan muda tersebut mengatakan ia tahu berbahaya buat dia untuk berada di tempat semacam itu, tapi ia menegaskan penting buat semua perempuan terlibat dalam masalah nasional mereka. Di dekat Salsabil, Sarah (20 tahun) membawa ban mobil buat demonstran dan membantu para pemuda menarik kawat berduri yang dipasang tentara Israel di luar pagar perbatasan.

“Perempuan Palestina adalah bagian yang menyatu dalam masyarakat … hari ini mereka membuktikan ini,” kata Sarah setelah ia memberikan satu ban mobil kepada pemrotes bertopeng.

“Perjuangan nasional dan mempertahankan hak pengungsi untuk pulang tak terbatas pada kaum pria. Perempuan Palestina selalu berada di garis depan,” kata perempuan itu dengan bangga.

Selama protes Jumat, satu orang Palestina tewas dan sedikitnya 968 orang lagi cedera dalam bentrokan antara demonstran Palestina dan tentara Israel di bagian timur Jalur Gaza. (Antara/Republika)

Read More