Follow us:

Kepala Staf Militer Prancis Pesimis Menang Hadapi Jihadis di Afrika Barat

DARUSSALAM.ID – Kepala Staf Militer Prancis, Jenderal Francois Le Cointre, mengatakan pada Rabu (27/11/2019) bahwa negaranya tidak akan pernah mencapai kemenangan penuh atas gerilyawan Islam di Afrika barat.

Pernyataan itu diungkapkan setelah kematian 13 tentara Prancis dalam tabrakan antara dua helikopter selama misi pertempuran di Mali. Ini merupakan korban jiwa terbesar tentara Paris dalam satu operasi selama kurun 36 tahun.

Le Cointre mengungkapkan bahwa peran tentara Prancis di wilayah Sahel, Sahara selatan, “berguna, baik dan perlu”. Akan tetapi sulit untuk menentukan hari kemenangan dalam perang tersebut.

“Kami tidak akan pernah meraih kemenangan yang menentukan (dalam perang ini),” katanya kepada radio France Inter.

Sedikitnya 13 tentara Perancis tewas di Mali pada Senin lalu ketika dua helikopter bertabrakan di tengah kegelapan. Dua helikopter tempur itu dipanggil untuk dukungan udara selama misi tempur untuk melacak sekelompok anggota Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS).

Sebuah sumber mengatakan operasi itu sebagai tanggapan terhadap serangan di Indelemine di wilayah Menaka pada akhir Oktober yang menewaskan sedikitnya 53 tentara Mali dan diakui oleh ISIS.

Prancis mengintervensi Mali pada 2013 untuk mengatasi gerilyawan Islam yang bergerak dari wilayah utara ke Mali tengah. Saat ini, setidaknya 4.500 tentara Prancis menyebar daerah itu sebagai bagian dari Operasi Barkhan.

Namun militan Islam yang memiliki hubungan dengan Organisasi Al-Qaidah dan ISIS berhasil mendapat pijakan di sebagian besar wilayah Sahel yang gersang dan tidak dijamah oleh militer pemerintah.

“Kami mencapai hasil, tetapi kami harus sabar dan gigih,” kata Le Cointre.

Para pejabat militer mengatakan kotak hitam helikopter jenis Harimau dan Cougar telah ditemukan. Kotak itu akan menjadi kunci dalam penyelidikan mengenai insiden tersebut.

Menteri Pertahanan Florence Barley tiba di Mali untuk menghormati para prajurit yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Prancis berharap bisa memulangkan mayat prajuritnya itu dalam beberapa hari mendatang.(Hud/Kiblat.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved