Follow us:

Otoritas Palestina Tolak Kiriman Bantuan Kesehatan UEA

                                                                         

Darussalam.id, Al Quds — Otoritas Palestina, Rabu (10/06/2020), menolak menerima bantuan kesehatan yang dikirim Abu Dhabi dengan pesawat kargo milik kelompok Emirates, Etihad Airways, yang mendarat pada Selasa (09/06/2020) malam di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Penolakan itu karena UEA hanya koordinasi dengan Israel dan tidak koordinasi dengan Otoritas Palestina.

Ini adalah bantuan kedua dari jenisnya yang dikirim oleh UEA ke Palestina melalui udara melalui Bandara Ben Gurion dalam waktu kurang dari sebulan untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19. Otoritas Palestina menolak menerima bantuan-bantuan itu seperti halnya dengan pengiriman bantuan pertama.

“Kami menolak menerimanya karena koordinasi mengenai hal itu dilakukan langsung antara mereka (UEA) dan Israel,” kata Menteri Hussein al-Sheikh, kepala Otoritas Umum Urusan Sipil Palestina, kepada AFP.

“Kami bukan pihak yang berkoordinasi,” tambahnya.

UEA tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel seperti kebanyakan negara-negara Arab, tetapi negara Teluk yang kaya baru-baru ini mengizinkan atlet dan pejabat Israel memasuki wilayahnya untuk berpartisipasi dalam acara dan konferensi internasional.

Pada pertengahan Mei, UEA mengirim penerbangan pertama yang diumumkan oleh negara Teluk ke Israel, membawa bantuan untuk mendukung Palestina dalam perang melawan Covid-19. pengiriman itu menggunakan pesawat “Grup Etihad Airways”. Tetapi pesawat itu tidak membawa logo perusahaan pemerintah UEA, tidak seperti pesawat kedua yang mendarat pada Selasa malam.

Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh mengatakan pada Selasa bahwa Otoritas Palestina belum diberitahu tentang perjalanan pesawat kargo itu.

Dia mengatakan kepada wartawan di markas Otoritas Palestina di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki bahwa pihak berwenang tidak mengetahui bantuan ini dan “tidak berkoordinasi dengan kami mengenai hal itu”. Shtayyeh menyatakan sambutannya atas bantuan internasional apa pun asalkan dilakukan dalam koordinasi langsung.

Perkembangan ini terjadi pada saat Israel sedang bersiap untuk bergerak maju pada bulan Juli, dengan aneksasi pemukiman di Tepi Barat selain Lembah Jordan.

Pada akhir Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian antara Israel dan Palestina yang menetapkan pencaplokan pemukiman Israel, yang sebagai imbalannya mencatat pembentukan negara Palestina yang didemilitarisasi di daerah kecil tanpa Yerusalem Timur, yang diinginkan warga Palestina sebagai ibu kota negara yang dijanjikan.

Palestina dengan datar menolak rencana itu.(Hud/Kiblat.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved