Follow us:

Pakar Pidana: Menjalankan Ajaran Agama Jangan Dianggap Radikal

 

DARUSSALAM.ID – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengritisi penggunaan istilah radikalisme yang serampangan. Ia pribadi menolak jika pikiran kritis lantas dianggap radikal dan provokasi.

“Kalau ada mungkin meyampaikan sesuatu yang kritis, berbeda pendapat, anggaplah itu bagian untuk saling ingat mengingatkan. Jangan kemudian dianggap sebagai radikalisme dan provokasi,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (29/09/2019).

Maka, ia menegaskan bahwa harus diperjelas tentang terminologi radikalisme. Jangan sampai, kata dia, orang memiliki presepsi yang berbeda tentang radikalisme.

“Apakah radikalisme dalam konteks tindakan, berpikir atau tujuan. Penggunaan istilah radikalisme yang berlebihan karena tidak ada makna yang seragam tentang radilaisme sendiri,” ucapnya,

“Harus ada presepsi yang obyektif tentang itu. Jangan sampai orang mendapat stigma radikalisme yang dalam keyakiannya dia menjalankan agama. Kalau kemudian dia mendapat stigmatisasi radikal itu akan menjadi distorsi,” sambungnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa orang yang memiliki pikiran radikal tidak bisa dipidana. Suparji memaparkan bahwa yang dapat dipidana adalah tindakan seseorang.

“Ya, pikiran tidak bisa dipidana. Yang dipidana adalah tindakan,” pungkasnya.(Hud/Kiblat.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved