Follow us:

Pasport Syiah

Ust. Anung Al Hamat, Lc. M.Pd.i

Syi’ah ternyata memiliki cara yang terbilang cukup unik bagi mereka yang ingin masuk surga. Cara tersebut adalah dengan mengeluarkan sebuah pasport yang tertulis di sampulnya “tiket berwisata ke syurga”.

Passport ini ditemukan dalam sebuah dokumen penting milik tentara syi’ah yang tewas setelah bertempur melawan Mujahidin Harakat Ahrar Syam di Raqqa. Berdasarkan temuan tersebut, diketahuilah bahwa adanya sebuah pasport menuju surga yang dikeluarkan oleh Imam Syiah Iran.

Namun, semua ini tidak gratis dan ada syarat tertentu. Bagi yang punya pasport ini, wajib untuk membunuh rakyat muslim Suriah di manapun berada dengan segala macam cara pembunuhan. Pasport ini merupakan motivasi bagi tentara Syiah untuk membantai rakyat Suriah.

Sebelumnya, kita harus jelaskan terlebih dahulu terkait keyakinan ahlussunnah wal jama’ah terhadap syurga. Menurut Ahlussunah wal Jama’ah syurga dan neraka itu memang ada dan kekal.

Allah Ta’ala berfirman:

فَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ{24} وَبَشِّرِ الَّذِين آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقاً قَالُواْ هَـذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَأُتُواْ بِهِ مُتَشَابِهاً وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ{25}

….. peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang Suci dan mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah: 24-25)

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa syurga telah diperuntukkan oleh Allah Ta’ala untuk orang-orang beriman dan beramal shalih.

Syurga juga diperuntukkan kepada orang-orang bertakwa.

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (آل عمران: 133)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (Ali Imran: 133)

Maka anggapan atau keyakinan bahwa akhirat  itu tidak kekal, tidak ada adzab kubur, memahami alquran dengan metode puzzle, ternyata Nabi Adam dilahirkan adalah bentuk keyakinan menyimpang dan sesat. Bahkan bisa menyebabkan bertambahnya kezaliman seseorang di dunia karena ia meyakini kalau akhirat itu tidak kekal.

Keyakinan menyimpang ini bertentangan juga sabda-sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Salah satunya berbunyi,

مَنْ شَهِدَ أَنَّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَشَهِدَ أَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ وَأَنَّ الْبَعْثَ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ يَعْمَلُ ” .

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba dan utusan-Nya, dan kalimat-Nya yang Ia berikan kepada Maryam, dan roh dari-Nya (roh dari roh-roh yang Allah ciptakan), dan bersaksi bahwa surga itu benar adanya dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga seperti apapun amalannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Surga dan neraka adalah dua makhluk Allah yang kekal dan sudah ada saat ini. Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Surga dan neraka adalah 2 makhluk yang tidak akan musnah” (Lum’atul I’tiqad karya Ibnu Qudamah).

Diantara dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (Al Bayyinah: 8)

Diantara isi passport tersebut adalah:

Terdapat judul besar Dengan kalimat “Masuklah ke dalam surga dengan tenang, damai dan aman”

Pemilik passport ini bisa menggunakannya untuk memasuki beragam surga. Misalnya syurga Firdaus, ‘Adn, Na’im, Darus Sa’adah, ‘Illiyun, Al Husna, Darul Qarar, Darul Muttaqin, Al Ma’wa dan seterusnya.

Orang yang mempunyai passport ini tidak akan mengunjungi neraka jahannam (tempat orang munafiq), Saqar (tempat orang yang tidak shalat), Jahim, Sa’ir dan beragam neraka lainnya.

Dalam kitab Ushulul Kafi pada halaman 339 disebutkan bahwa rukun islam menurut ajaran Syi’ah adalah shalat, zakat, puasa, haji dan al walayah (meyakini adanya kekuasaan yang dimiliki oleh sahabat Ali dan keturunannya. Tidak ada syahadat dalam rukun islam menurut ajaran syi’ah.

Dalam hadits lain (versi syi’ah) disebutkan salah satu dalil untuk menghukumi seseorang itu islam atau tidak menurut ajaran syi’ah. Yaitu shalat, zakat, puasa, haji dan Al Walayah. Al Walayah yaitu menanamkan keyakinan pemimpin yang sah pasca Rasulullah wafat adalah Ali dan keturunannya. Kemudian rasulullah ditanya: manakah diantara lima perkara tadi yang paling afdhal? Rasul menjawab: Al Walayah yang paling utama” (Hadits Palsu)

Seluruh ajaran syi’ah berdiri di atas konsep kultus kepada imam.

Rukun iman dan islam dibangun di atas konsep kultus kepada imam.

 

Dalam kitab Biharul Anwar ketika disebutkan bahwa manusia diperintahkan untuk melakukan lima hal, akan tetapi manusia hanya melakukan 4 hal yaitu shalat, zakat, puasa dan haji. Dan hal apa yang ditinggalkan oleh manusia? Yaitu Al Walayah. Dan jika manusia meninggalkan Al Walayah, maka mereka telah kafir”. (Hadits palsu)

Dalam riwayat versi syi’ah lainnya disebutkan bahwa pondasi islam ada tiga, yaitu: shalat, zakat dan Al Walayah. Dan tidak sah salah satu dari ketiganya, melainkan harus diiringi keyakinan terhadap Ali sebagai pemimpin yang sah setelah Rasulullah wafat.

Pemateri menyampaikan bahwa kaum muslimin tidak boleh membenturkan antara sahabat satu dengan sahabat lainnya. Ahlussunah mempunyai konsep bahwa seluruh sahabat harus dicintai, dihormati dan diagungkan. Tidak boleh membenci satu pun dari mereka.

Berbeda dengan kalangan syi’ah yang membenci sebagian sahabat bahkan mengkafirkan sebagian besar sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Termasuk Abu Bakar, Umar, Utsman, dan siapa saja mengikuti langkah mereka, harus dimusuhi.

Mantra, Jimat Dan Perdukunan Dalam Ajaran Syi’ah

Sebagaimana selalu ditegaskan oleh para ulama’ bahwa Syi’ah tidak pernah lepas dari kesyirikan. Olehnya, inilah diantara mantra-mantra kaum syi’ah jika mereka ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.

Pada kitab Bihar Al-Anwar, Al-Majlisi, Dar Ihya’ At-Turats Al-‘Araby, Cet ke-3, 1403 H.

Dari Abu Abdillah alaihis salami ia berkata: Jika kamu menginginkan satu perkara, ambillah enam lembar kertas, tulis tiga diantaranya kalimat berikut ini,

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pilihan dari Allah yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana untuk Fulan bin Fulanah, lakukanlah”

Untuk tiga lembar kertas yang lainnya kalimat berikut ini,

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pilihan dari Allah yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana untuk Fulan bin Fulanah, jangan lakukan”

Kemudian letakkanlah di bawah sajadahmu kemudian shalatlah dua rakaat. Jika kamu telah selesai, sujudlah satu kali sujud dan bacalah seratus kali,

“Allahumma Khirli Wakhtarli Fi Jami’I Umuri Fi Yusrina Minka Wa ‘Afiyatin (ya Allah pilihkanlah untukku dalam semua urusanku perkara yang mudah dari-Mu dan keselamatan)”

Kemudian pukulkan tanganmu ke lembaran-lembaran kertas tadi, lalu kocoklah, kemudian keluarkanlah satu persatu, jika keluar tiga berturut-turur maka lakukanlah. Kerjakanlah perkara yang kamu inginkan. Jika keluar tiga berturut-turut maka janganlah kamu kerjakan. Jika yang keluar satu maka kerjakanlah dan jangan kerjakan yang lain. Kemudian keluarkanlah lima lembaran kertas tadi lalu lihat mana yang paling banyak. Lakukanlah dengan keputusan itu. Hiraukanlah yang keenam yang tidak dibutuhkan.

Beginilah ajaran perdukunan ini menjadi akidah kaum Syiah yang senang mengkonsumsi dunia-dunia filsafat dan dunia hitam. Akhirnya akidahnya juga menjadi hitam.

Wallahu Ta’ala A’lam

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved