Follow us:

Pemuda Ideal Menurut Islam

Menjadi remaja adalah mengalami masa transisi, yakni peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Tidak hanya penampilan jasmani, sikap mental pun akan perlahan-lahan berubah drastis.

Dalam konteks kebangsaan, kaum muda merupakan tumpuan. Cita-cita dan harapan kolektif masyarakat terletak pada pundak mereka. Wajah masa depan negeri ini ditentukan oleh watak dan kiprah pemuda-pemudi Tanah Air.

Alquran dan Sunnah menaruh perhatian besar pada generasi muda. Dalam hal ini, mereka seyogianya meneladan sosok paripurna, yaitu Rasulullah SAW. Bahkan tatkala belum diangkat menjadi utusan Allah, Muhammad SAW sebagai seorang remaja telah menunjukkan banyak teladan.

agama yang lurus dan penuh toleransi. Lalu, para pemuda bergabung memberikan dukungan kepadaku. Sementara, orang-orang tua menentangku.”

Pesan Nabi SAW itu bermakna, seorang pemuda atau pemudi Islam hendaknya berjiwa tangguh. Mereka bersikap membela kebenaran dan mencegah dari kemungkaran. Pada zaman beliau, banyak pembela tauhid yang berasal dari kalangan muda.

Mental yang kuat dan dapat diandalkan itu disandingkan dengan hati yang lembut. Alhasil, lisan dan perbuatannya cenderung pada kebaikan. Harapannya, di antara mereka ada yang terpanggil untuk menjadi pewaris nabi, yakni ulama.

Agen Perubahan

Alquran memuat kisah sejumlah pemuda yang bertekad kuat dalam membela agama Allah. Walaupun awalnya didera penolakan, mereka akhirnya berhasil mengubah masyarakat tempatnya berada. Beberapa contoh kaum muda demikian ialah para penghuni gua (Ashabul Kahfi) dan Ibrahim AS.

Allah memuji Ashabul Kahfi dalam ayat, yang artinya, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka” (QS al-Kahfi: 13).

Begitu pula dengan Nabi Ibrahim. Saat berusia remaja, ayahanda Nabi Ismail dan Nabi Ishaq itu dengan lantang menentang perilaku syirik yang dilakukan penguasa dan mayoritas masyarakat. “Mereka menjawab, ‘Kami mendengar seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim” (QS al-Anbiya: 60).

Menempa Diri

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW berpesan agar kaum Muslimin memanfaatkan lima perkara sebelum lima perkara. Salah satunya ialah waktu muda sebelum datang waktu tua.

Ya, masa muda adalah saatnya mendidik dan melatih diri sendiri. Jangan sia-siakan waktu dengan larut dalam kesenangan dan hura-hura. Energi yang ada hendaknya dipakai juga untuk belajar.

Rasulullah SAW memberikan jaminan keselamatan di hari akhir, antara lain, kepada mereka yang menghabiskan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah, pemuda yang hatinya terpaut pada masjid, serta yang sanggup mengendalikan gejolak hawa nafsu.(HUD/Republi.co.id)

 

 

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved