Follow us:

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa adalah salah satu amalan yang mengajarkan umat Islam untuk bisa menjadi insan yang bertakwa.

Puasa juga mengajarkan kita untuk lebih bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan. Ada yang mengatakan bahwa puasa mengajarkan kita untuk merasakan apa yang orang tidak punya rasakan.

“Tapi, bukannya puasa cuma setahun sekali ya? Puasa ramadhan kan?“

Nah, perlu kamu ketahui bahwa puasa di dalam Islam tidak hanya puasa ramadhan saja. Betul bahwa puasa ramadhan adalah puasa yang diwajibkan. Ia termasuk ke dalam Rukun Islam keempat.

Tetapi ada puasa-puasa lainnya yang sifatnya sunnah. Yaitu puasa senin-kamis, puasa daud, dan puasa ayyamul bidh.

“Kan puasa Sunnah, berarti dikerjakan berpahala tidak dikerjakan gapapa dong?”

Pernyataan terkait kaidah sunnah ini sebenarnya keliru. Sejatinya bukan tidak dikerjakan tidak apa-apa. Tapi, apabila kamu tidak mengerjakannya maka kamu akan merugi.

Karena kamu bisa mendapatkan pahala apabila kamu mengerjakan amalan puasa sunnah tersebut.

Dari semua puasa sunnah tersebut, yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah puasa ayyamul bidh.

Pengertian

Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan. Waktu penetapan puasa ayyamul bidh ini berdasarkan pada kalender qomariah.

Kamu tidak bisa menentukan kapan puasa ini dimulai melalui kalender masehi. Adapun waktu pastinya adalah setiap tanggal 13-15 setiap bulan hijriah. Kecuali bila bertepatan dengan hari tasyrik. Maka melaksanakan puasa pada tanggal tersebut adalah dilarang.

Keutamaan

Dalil yang menjadi acuan dilaksanakannya puasa ayyamul bidh adalah hadist Nabi SAW, yaitu:

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari No. 1178)

Kemudian adapula hadist yang berbunyi, Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar” (HR. An-Nasai no. 2345)

Dari dalil-dalil tersebut setidaknya ada tiga keutamaan dari puasa ayyamul bidh, diantaranya:

Pertama, Menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal. Sebagaimana hadist Nabi SAW,

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari No. 1979)

Ketiga, Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya.

Asal-Usul

Bila menengok pada sejarah, asal-usul mulai diberlakukannya puasa ayyamul bidh adalah ketika Nabi Adam AS terbakar matahari.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Saat itu tubuh Nabi Adam AS terbakar matahari hingga hitam dan gosong sewaktu baru diturunkan ke bumi.

Kemudian turun perintah dari Allah SWT kepada Nabi Adam untuk melaksanakan puasa pada tanggal 13-15.

Selepas melaksanakan puasa selama tiga hari, seluruh badan Nabi Adam AS kembali menjadi putih bersih.

Oleh: Dendy Herdiyanto

(hud/darusslam.id)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved