Ramadhan, Bulan Menggapai Ampunan
Di bulan suci Ramadhan ini, setiap Muslim hendaknya berupaya meraih ampunan Ilahi. Sebab, bila tidak demikian, ia akan tergolong orang yang merugi.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa mendapati Ramadhan, tetapi ia tidak memperoleh pengampunan Tuhan, maka ia sungguh termasuk orang yang jauh dari (rahmat) Allah SWT.”
Untuk mendapat ampunan itu, orang harus melakukan tobat. Tobat berarti meninggalkan dosa-dosa, baik kecil maupun besar, disertai penyesalan yang mendalam. Tobat juga berarti kembali ke jalan yang benar atau kembali ke posisi awal, posisi di mana manusia dekat dengan Allah SWT. Secara sufistik, tobat dipandang sebagai pangkal tolak atau tangga pertama dalam perjalanan menuju Allah (al-tawbah ashl kulli maqam). Tanpa tobat, manusia tidak bisa mendapatkan akses menuju ke jalan atau orbit Tuhan.
Menurut sang Hujjatul Islam, Imam Ghazali, tobat melibatkan tiga aspek sekaligus, yaitu aspek pengetahuan manusia (kognisi), aspek sikap mental (afeksi), dan aspek perbuatan (behavioral). Aspek pengetahuan dalam arti kesadaran manusia tentang bahaya dan akibat-akibat buruk dari perbuatan dosa, akan mempengaruhi sikap, dan selanjutnya mempengaruhi perilaku dan perbuatannya.
Bagi Imam Ghazali, tobat yang baik adalah tobat yang memenuhi tiga kriteria. Pertama, meninggalkan dosa-dosa (al-Iqla’ an al-Dzunub). Kedua, berjanji tidak mengulangi (al-‘Azm an La Ya’uda). Ketiga, menyesali diri atas dosa-dosa yang diperbuat dan atas hilangnya kesempatan dan peluang baik secara sia-sia (al-Nadam ‘ala ma Fata).
Kriteria ketiga, yakni penyesalan, tampaknya menjadi kunci dari semuanya. Tanpa penyesalan yang mendalam, sukar dibayangkan seseorang akan benar-benar bertobat. Itu sebabnya, Nabi Muhammad SAW memandang bahwa penyesalan itu identik dengan tobat itu sendiri.
Orang yang benar-benar menyesal, menurut Imam Ghazali, ditandai oleh tiga hal. Pertama, hatinya lentur dan sensitif, tidak membeku dan membatu seperti batu cadas (riqqat al-qalb). Kedua, air matanya mudah meleleh tanpa sadar (ghazarat al-dumu’).
Ketiga, ia kapok dan benci pada dosa-dosa yang dahulu pernah dinikmatinya. Orang yang bertobat dengan tingkat penyesalan seperti di atas layak mendapat pengampunan dari Allah SWT.
Kesempatan besar
“Seandainya setiap hamba itu mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka niscaya ia berharap satu tahun itu seluruhnya Ramadhan.” Demikian hadis Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Thabrani dan Ibnu Khuzaimah.
Ibrah dan spirit hadis di atas menegaskan, bulan suci Ramadhan mengobral kebaikan dan keutamaan yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki.
Namun, tidak ada yang mengambil keistimewaan Ramadhan yang penting dan sentral ini, kecuali golongan Mukmin yang senantiasa mengharap pahala dan ridha Allah.
Penting untuk dicermati kembali, nash Alquran dan Sunah Nabi SAW telah menyebutkan sejumlah keutamaan Ramadhan dan kewajiban ibadah puasanya. Di antaranya, berpuasa pada Ramadhan sebagai sarana untuk mencapai derajat takwa (QS al-Baqarah [2]: 183), pahala amal ibadah yang dikerjakan pada bulan ini dilipatgandakan (HR Bukhari dan Muslim).
Puasa melatih seorang Mukmin dalam mengelola kehendak. Dengan berpuasa, Muslimin melatih pengendalian ego diri agar berbuat sesuai dengan perintah Allah.
Puasa juga melatih kita dalam persoalan ketaatan, kesabaran, dan kesungguhan kepada Allah. Bukankah karena ketaatan kita tidak berlaku curang dalam melaksanakan puasa? Kita, misalnya, tak makan atau minum secara sembunyi-sembunyi?
Selain itu, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup (HR Muslim), doa-doa seorang hamba yang beriman dikabulkan atau mustajab (QS al-Baqarah [2]:186). Kemudian, zakat fitrah dan zakat mal yang ditunaikan ketika Ramadhan akan menyucikan diri dan hartanya (QS at-Taubah [9): 103) dan pada bulan ini kitab suci Alquran diturunkan (QS al-Baqarah [2]:185).
Pada 10 malam terakhir ada bonus ekstra berupa kemuliaan malam lailatul qadar (QS al-Qadar), ibadah puasa pada Ramadhan juga berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh (kajian ilmiah para saintis kedokteran) dan sejumlah keistimewaan lainnya. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments