Follow us:

Sejarawan: Penyebab Radikalisme Bukan Khilafah dan Jihad

 

DARUSSALAM.ID, Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menarik materi ujian Khilafah dan Jihad serta perang dari materi ujian kurikulum Madrasah. Menurut surat edarannya, penarikan materi itu untuk menangkal paham radikalisme.

Menurut Dr Tiar Anwar Bahtiar, pangkal radikalisme bukan dari materi pelajarannya. Melainkan karena adanya protes sosial yang merebak di tengah masyarakat.

“(Materi Jihad dan Khilafah) dihapuskan belum tentu menghapuskan radikalisme. Saya kira sebab radikalisme bukan di situ. Radikalisme itu muncul dari kekecewaan terhadap rezim atau penguasa,” ujar Tiar melalui sambungan telepon, Senin (9/12/2019) malam.

Jika pemerintah serius ingin menghilangkan radikalisme, sebut Tiar, maka hal yang harus dilakukan adalah pemenuhan hak kepada masyarakat, serta pelayanan yang maksimal.

Selain itu, Radikalisme muncul juga karena tiadanya komunikasi yang intensif dan efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Ketiadaan komunikasi intensif yang baik antara penguasa dengan kelompok-kelompok tertentu sehingga ketika berjarak seperti itu mudah muncul radikalisasi,” ujarnya.

Tiar menyebutkan, hal ini didasari dari teori protes sosial di mana ketika ada kekecewaan terhadap rezim dan tiadanya komunikasi yang intensif maka protes dan radikalisme muncul.

“Ini harus dipelajari pemerintah. Jadi saya kira bukan dengan menghapus pelajaran-pelajaran itu karena itu tindakan yang tidak nyambung dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah,” tutupnya.(Hud/Kiblat.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved