Semarak Ramadhan di Tanah Suci, Hampir Satu Juta Orang Jamaah Umrah Padati Masjidil Haram
Memasuki pekan kedua Ramadhan 1447 H/2026, hampir satu juta orang jamaah umrah memenuhi Tanah Suci di Arab Saudi. Kantor Berita Saudi (SPA) melaporkan pada Selasa (24 Februari /2026), Masjidil Haram menerima lebih dari 904.000 orang jamaah yang mencerminkan besarnya antusiasme umat dalam beribadah pada hari-hari awal bulan suci.
Seiring kedatangan jamaah dari berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi dan mancanegara, sistem layanan terpadu memastikan kelancaran pergerakan serta kenyamanan seluruh pengunjung. Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjalankan upaya operasional dan pengorganisasian secara berkelanjutan selama 24 jam.
Rencana terpadu tersebut mencakup pengelolaan kepadatan, pengaturan jalur Tawaf dan Sa’i, peningkatan pembersihan dan sterilisasi, serta layanan bimbingan dan penyuluhan dalam berbagai bahasa. Semua upaya itu dilakukan guna memfasilitasi pelaksanaan ibadah dengan khusyuk dan tenang.
Otoritas Dua Masjid Suci menyatakan bahwa jumlah jamaah yang tercatat menunjukkan besarnya upaya pengerahan seluruh sumber daya manusia dan teknis dalam melayani jamaah umrah. Pihak pengelola juga menerapkan standar kualitas dan efisiensi operasional tertinggi, serta perencanaan manajemen kerumunan yang dirancang untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus di seluruh area Masjidil Haram.
Upaya tersebut dilaksanakan melalui koordinasi penuh dengan otoritas terkait guna memastikan pengalaman spiritual yang komprehensif, dengan persiapan yang terus diperkuat menjelang lonjakan jemaah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kerajaan dalam melayani dua Masjid Suci dan para pengunjungnya dengan menyediakan lingkungan yang aman dan tertata sehingga jemaah dapat menunaikan ibadah dalam suasana yang tenteram dan terlindungi.
Pelayanan disabilitas
Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah menyelesaikan fase pertama program pelatihan bagi para pekerja Masjidil Haram dalam memberikan bantuan kursi roda selama Ramadhan.
Program Daifi (Tamuku) merupakan bagian dari upaya otoritas untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para jamaah dan meningkatkan efisiensi kinerja lapangan di Masjidil Haram Makkah, seperti dikutip dari Kantor Berita Saudi (SPA) baru-baru ini.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan model operasional modern yang meningkatkan pengalaman jamaah, meningkatkan standar keselamatan, mengurangi risiko, dan mendukung manajemen keramaian selama musim puncak.
Fase pertama mencakup 49 sesi pelatihan selama 12 hari, 24 sesi pagi dan 25 sesi malam, yang bermanfaat bagi 5.200 peserta pelatihan layanan kursi roda, dikutip dari laman Arab News, Rabu (25 Februari 2026).
Otoritas mencatat bahwa program ini berfokus pada keterampilan komunikasi, profesionalisme, dan disiplin di antara para pemimpin kursi roda, penyelenggara, dan pengawas lapangan, menyeimbangkan teori dengan penerapan praktis.
Ditambahkan pula bahwa program tersebut merupakan langkah kualitatif dalam mengembangkan layanan operasional di Masjidil Haram, yang mencerminkan komitmennya terhadap pengalaman spiritual dan menanamkan nilai-nilai welas asih dan keunggulan, karena pelayanan sekaligus merupakan misi, kehormatan dan tanggung jawab.
Pendaftaran jamaah haji domestik 2026
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan pembukaan pendaftaran jamaah haji domestik untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini mulai Senin, 23 Februari 2026 atau 6 Ramadhan 1447 Hijriyah. Pendaftaran untuk pemesanan paket akan dimulai pada 4 Maret 2026 atau 15 Ramadhan 1447.
Warga negara Arab Saudi dan ekspatriat dengan izin tinggal yang sah, yang ingin melaksanakan ibadah haji dari dalam Kerajaan Arab Saudi, dapat mengajukan permohonan melalui aplikasi Nusuk dan situs web resmi (nusuk.sa).
Kementerian Haji dan Umrah mencatat bahwa prioritas selama fase ini yang berlangsung hingga akhir Syawal, akan diberikan kepada individu yang belum pernah melaksanakan ibadah haji sebelumnya. Jika masih ada kursi yang tersedia, pemesanan akan dibuka untuk pelamar lain yang memenuhi syarat, dikutip dari laman Saudi Gazette, Rabu (25 Februari 2026).
Pelamar harus berusia minimal 15 tahun (kalender Gregorian) dan memenuhi persyaratan kesehatan yang disetujui. Untuk ekspatriat, diperlukan izin tinggal yang sah, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang izin tinggalnya dikeluarkan lebih dari satu tahun kalender Gregorian yang lalu.
Kementerian menekankan, pengadaan dilakukan secara eksklusif melalui perusahaan berlisensi yang terdaftar di platform Nusuk. Para pemohon harus mendaftar secara pribadi dengan membuat akun, melengkapi informasi mereka, memverifikasi kelayakan, memilih paket, dan membayar biaya melalui sistem SADAD untuk mendapatkan izin haji.
Kementerian mendesak para pemohon untuk segera mendaftar melalui aplikasi Nusuk atau situs web resmi. Untuk pertanyaan, individu dapat menghubungi nomor 1966. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments