Follow us:

Setahun Terakhir, Israel Hancurkan 1.196 Rumah Warga Palestina

DARUSSALAM.ID,Tepi Barat – Selama tahun 2020, tentara pendudukan Israel merobohkan 268 rumah dan 928 bangunan Palestina, termasuk toko dan fasilitas pertanian. Mereka juga menyita 346 properti milik Palestina, sementara pada 2019 ada 271 properti yang disita.

Demikian bunyi sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Kantor Informasi Hamas di Tepi Barat. Laporan tersebut mendokumentasikan lonjakan aktivitas pemukiman ilegal sebagai bagian dari upaya untuk menggusur penduduk asli Palestina, merebut tanah mereka, menghancurkan rumah mereka, dan mengambil alih harta benda mereka.

Selain merampas dan meratakan tanah Palestina, Israel juga membangun jalan yang diperuntukkan hanya untuk pemukim Israel. Israel juga menyetujui pembangunan ribuan unit pemukiman baru yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Laporan tersebut juga merilis bahwa tentara dan pemukim pendudukan Israel telah membunuh 32 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak selama setahun terakhir,

Dalam satu kasus, tentara pendudukan Israel menembak mati Iyad hallaq, seorang pria berusia 32 tahun dengan kebutuhan khusus, di Kota Tua Yerusalem. Laporan tersebut mendokumentasikan 1.621 penembakan terhadap warga Palestina oleh pasukan pendudukan dan pemukim Israel, di mana 1.993 warga terluka.

Tentara pendudukan Israel melakukan penggerebekan dan penangkapan di Tepi Barat dan Yerusalem setiap hari. Mereka menahan 4.439 warga, termasuk wanita, anak-anak, dan mantan tahanan selama setahun terakhir.

Di tengah pandemi corona di dalam penjara Israel. Administrasi penjara Israel telah mengadopsi kebijakan kelalaian medis yang disengaja terhadap para tahanan Palestina sehingga memperburuk penderitaan mereka dan membahayakan nyawa mereka.

Data menunjukkan bahwa wilayah Yerusalem, Hebron, Nablus, dan Ramallah menjadi yang paling terkena dampak pelanggaran Israel, dengan masing-masing 4.273, 3.250, 2.657, 2.560 pelanggaran.

Laporan tersebut menekankan bahwa rencana aneksasi Israel dan “kesepakatan abad ini” yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada awal 2020 telah menyebabkan lonjakan dramatis terkait serangan terhadap Palestina dan properti mereka oleh pemukim Israel, terkhusus pada Desember.

Adapun wilayah Yerusalem, laporan itu menyebutkan pelanggaran Israel telah menargetkan penduduk asli Palestina, dan properti mereka, dan tanah dalam upaya untuk membagi Masjid al-Aqsa secara spasial dan tepat waktu dan secara paksa melarang jamaah, penjaga, dan tokoh agama termasuk pengkhotbah Masjid al-Aqsa untuk mengakses tanah suci umat Islam.

Serangan oleh pemukim Israel dan pasukan pendudukan Israel terjadi di tengah lockdown yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran Covid-19, tetapi dieksploitasi oleh pasukan pendudukan Israel untuk melakukan lebih banyak pelanggaran terhadap warga Palestina.(HUD/Kiblat.net)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved