Follow us:

Debat, Sikap yang Tidak Disukai Rasulullah

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mempunyai banyak sifat baik yang mesti ditiru oleh umat Islam. Beliau bukan orang yang pemarah dan tak menyukai perdebatan.

Dalam banyak hadits disebutkan, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak banyak bicara, namun jika bicara, beliau mengatakan sesuatu dengan lancar dan fasih, sederhana dan penuh makna. Jika ingin menguatkan perkataan, beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. Perkataannya adalah kebenaran. Beliau tidak berbicara kecuali dengan kebenaran.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka berdebat, tidak suka menghina orang lain, juga tidak berlebihan dalam memuji orang. Beliua tidak berbicara kecuali karena mengharap pahala dari Allah, tidak berharap dari perkataannya kecuali ridha-Nya. Beliau ajarkan kepada para sahabatnya:

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya.” (HR. Abu Daud).

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bukanlah seorang yang pemarah, ia selalu berpesan kepada sahabatnya untuk menjadi orang yang penyabar dan menjauhi rasa amarah, kecuali dalam hal yang memuat pelanggaran terhadap aturan Allah. Aisyah, istri beliau, menyebutkan bahwa Nabi tidak pernah sekalipun memukul dengan tangannya kecuali dalam berjihad dan berperang di jalan Allah.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah memukul pelayannya. Beliau pun tidak pernah memukul perempuan. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan yang sama atau lebih buruk, tetapi beliau memaafkan dan berlapang dada.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu yang mulai mengucapkan salam kepada orang lain. Beliau ajari para sahabat bahwa senyuman kepada orang lain adalah sedekah. Beliau tidak pernah diberi dua pilihan, kecuali akan memilih yang mudah selama tidak ada dosanya.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak ikut campur dalam hal yang tidak bermanfaat. Beliau seorang yang ramah nan jujur dalam bergaul dan berinteraksi dengan orang lain.

Ketika berdagang, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam terkenal dengan sifatnya yang jujur dan tepercaya. Jika duduk beliau duduk di mana orang terakhir duduk, ia tidak mengganggu orang lain untuk mencari tempat duduk. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan perhatian yang penuh kepada lawan bicaranya, juga tidak memotong bicara lawannya hingga selesai berbicara. Beliau adalah seorang yang pemalu, tidak pernah melakukan hal yang memalukan dalam hal duniawi apalagi ukhrawi. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved