Follow us:

Mengenal Ciri Orang yang Rajin Berzikir dan Berdoa

Sebagai bagian dari adab, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berzikir (mengingat Allah) dan berdoa. Adakah ciri yang nampak terlihat dari orang yang rajin berzikir dan berdoa?

Pakar Ilmu Alquran KH Ahsin Sakho menjelaskan, membaca doadalam keseharian umat Islam begitu ditekankan. Bahkan mulai dari bangun tidur, menjalankan aktivitas, hingga kembali tidur pun terdapat doa-doa harian yang menyertainya.

“Apabila doa-doa harian senantiasa dibaca dan diresapi, seorang hamba (cirinya) akan selalu diliputi rasa syukur dan ketenangan. Auranya tenang,” kata Kiai Ahsin dalam kajian live streaming, di Ahsin Sakho Center, Jumat (23 Juni 2023).

Membaca doa dan wirid merupakan adab dan akhlak umat Islam. Di balik itu, terdapat sejumlah alasan mengapa umat Islam perlu membaca doa dan wirid dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kiai Ashin menjelaskan, Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa mengingat Diri-Nya. Dalam kondisi apa pun, manusia dituntut untuk mengingat Allah Ta’ala. Cara untuk mengingat Allah dapat ditempuh dengan memanjatkan doa serta membaca wirid harian.

“Allah menyuruh kita untuk memperbanyak ingat kepada Allah, perbanyak zikir. Karena kita itu adalah makhluk ciptaan Allah. Allah inginkan agar hubungan kita dengan Allah tercipta dalam hubungan yang harmonis, hubungan yang bagus,” ujarnya.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 41: “Ya ayyuhalladzina amanuu-dzkuruullaha dzikran katsiran.” Yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kamu semuanya dengan sebanyak-banyak zikir (mengingat Allah).”

Karena manusia adalah makhluk ciptaan Allah, kata KH Ahsin, maka Allah berkeingian agar hubungan Allah dengan hamba-Nya dapat tercipta dalam hubungan yang harmonis.

Sebab, Allah menciptakan manusia itu dalam rangka untuk beribadah atau menyembah kepada Allah. Dalam rangka beribadah itulah, Kiai Ahsin menekankan, maka manusia diperintahkan Allah untuk selalu mengingat Tuhannya dalam keadaan apapun. “Saat kita terlahir, kita diazani. Lalu begitu besar, dalam keadaan kaya-miskin, diberi jabatan, kita harus selalu mengingat Allah. Kita resapi, kita hanya seorang hamba,” kata Kiai Ahsin. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved