Follow us:

Demo Pro-Palestina di Berbagai Kampus AS Sedot Perhatian Dunia

Demonstrasi pro-Palestina di kampus-kampus Amerika Serikat (AS) menjadi pusat perhatian dunia. Berbagai tanggapan terhadap aksi tersebut datang dari pihak berwajib hingga tokoh politik.

Demo yang dimulai pada 18 April 2024 lalu ini menjadi sorotan karena para protestan mendirikan tenda-tenda di wilayah kampus. Mereka bermukim dan menyuarakan tuntutan-tuntutan mereka serta aksi lainya.

Sebagian pihak institusi kampus yang menjadi lokasi demo merespons dengan memanggil polisi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Sebagiannya lagi memilih mengizinkan perkemahan atau mencapai kesepakatan agar demo berhenti.

Menurut Al Jazeera, Pimpinan Universitas Virginia (UVA), Jim Ryan, mengatakan ada oknum yang tidak terafiliasi dengan kampus bergabung dalam demo dan membuat masalah keamanan. Pihak UVA melalui kepolisian dilaporkan setidaknya menahan 25 pemrotes dan tidak diketahui pasti siapa saja merupakan mahasiswanya.

Di tempat lain, Universitas Michigan (UM) mengaggap demonstrasi ini adalah kesempatan belajar bagi para pelajar pasca-pandemi.

“Universitas (UM) mendukung kebebasan berpendapat dan berekspresi, dan para pemimpin universitas senang bahwa wisuda hari ini merupakan momen yang membanggakan dan penuh kemenangan,” kata Colleen Mastony, juru bicara UM.

Sementara itu, terjadi pula bentrokan antar kelompok di Universitas Mississipi pada Kamis, 2 Mei 2024. Para demonstran pro-Palestina berhadapan dengan demonstran kontra-protes yang beratribut bendera Amerika.

Dalam sebuah video viral terlihat seorang wanita pro-Palestina berkulit hitam mendapat ejekan rasis dari sekelompok pria kulit putih.

“Para mahasiswa menyerukan akhiri genosida. Mereka justru berhadapan dengan rasisme,” ungkap James M Thomas, seorang profesor sosiologi di Universitas Mississippi.

Adapun sejauh ini, kepolisian telah menahan lebih dari 2000 orang yang bersangkutan dari seluruh Amerika.

“Menurut dosen dan mahasiswa yang kami ajak bicara, mereka mengatakan bahwa mereka tidak mendapat tanggapan yang memuaskan dalam melibatkan mahasiswa terkait tuntutan mereka. Universitas belum setuju untuk mengungkapkan investasinya di Israel,” sebut reporter Al Jazeera, John Hendren. (UYR/MediaDakwah)

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved