Follow us:

Untuk Pencinta Kucing, Ini Panduan Islam Memelihara Binatang Berdasarkan Kisah Rasulullah

Dikisahkan bahwa suatu hari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menempuh suatu perjalanan. Di tengah perjalanan, Rasulullah SAW memisahkan diri sebentar dari rombongan untuk suatu keperluan.

Para sahabat melihat dua ekor anak burung hammarah (burung merah), kemudian mengambilnya. Tidak lama kemudian, induk burung itu datang dan tampak gelisah karena tidak menemukan kedua anaknya.

Ketika Nabi Muhammad SAW datang dan melihat induk burung itu, beliau bertanya, “Siapakah yang telah menyusahkan burung ini? Segera kembalikan anak-anaknya!”

Di lain kesempatan, ketika melihat sarang burung yang dibakar, beliau bertanya, “Siapakah yang telah membakar sarang ini?”

Para sahabat menjawab, “Kami.”

Rasulullah SAW menjawab, “Hanya Rabb Al-Nar (Sang Pemilik Api, yakni Allah) yang pantas mengazab dengan api.”

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW melihat seseorang menginjak perut seekor kambing, menajamkan pisaunya, dan memperlihatkan pisau itu di depan mata si kambing. Maka, Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kau ingin membunuhnya dengan dua kematian? Asahlah pisaumu itu sebelum kau merebahkannya!”

Di lain kesempatan, beliau berpesan kepada para sahabat, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, perbaguslah caranya. Jika menyembelih, perbaguslah caranya. Tajamkanlah pisau kalian dan senangkanlah sembelihan kalian!” (HR Imam Muslim).

Kisah berikut ini adalah bukti lain bahwa Islam mengajarkan untuk bersikap lembut dan baik terhadap binatang. Hal ini membuktikan Islam sebagai agama yang penuh cinta kasih dan agama cinta damai, dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW yang ditulis Fuad Abdurahman.

Imam Al-Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah memiringkan bejana untuk seekor kucing agar ia bisa minum air darinya, kemudian beliau berwudhu dengan sisa air dari bejana itu.

Suatu saat Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabat bahwa dulu ada seorang pelacur yang merasa sangat kehausan sehingga ia bergegas mendekati sumur untuk mendapatkan air.

Namun, di dekat sumur, pelacur itu melihat seekor anjing berjalan lemah mengitari sumur. Sepertinya, anjing itu kehausan. Ia ingin minum air dari sumur itu tetapi tidak bisa mengambilnya. Akhirnya, ia hanya bisa menjulur-julurkan lidahnya.

Pelacur itu merasa iba sehingga ia segera membuka sepatunya, mengikat sepatu itu dengan selendangnya, lalu menurunkannya ke dalam sumur. Ujung lain selendang itu ia ikatkan pada tubuhnya. Setelah sepatunya terisi air, ia menariknya, lalu minum air dari sepatu itu dan kemudian memberi minum anjing itu hingga kenyang.

Karena kebaikannya itulah Allah mengampuni dosa-dosanya sebagai pelacur. Amal salehnya (bersedekah pada anjing) telah menghapus dosa-dosa yang ia lakukan di masa silam (HR Imam Muslim).

Kisah serupa juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, tetapi yang melakukannya adalah seorang laki-laki. Rasulullah SAW bercerita bahwa ada seorang laki-laki yang berjalan di bawah terik matahari. Setelah lama berjalan, ia merasa sangat kehausan. Namun, bekal airnya telah habis dan sepanjang perjalanan ia tidak menemukan sumber air. Maka, ia terus melanjutkan perjalanan dengan pikiran dipenuhi keinginan agar segera menemukan sumur untuk memuaskan dahaganya.

Ia sangat senang ketika dari kejauhan melihat sebuah oase di tengah gurun pasir yang terbentang luas. Tetapi, alangkah kecewanya saat menemukan ternyata oase itu hanya fatamorgana. Ia kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya ia menemukan sebuah sumur. Para kafilah biasa berhenti dan beristirahat, lalu mengambil air untuk bekal perjalanan mereka di sekitar sumur ini.

Betapa senangnya sang musafir ketika melihat ke dalam sumur dan masih banyak air di sana. Namun, ia bingung, bagaimana cara mengambil air itu? Tidak ada ember dan tali timba di sana.

Akhirnya, ia putuskan untuk merangkak turun ke dasar sumur itu. Dengan susah payah ia jejakkan kedua kakinya ke dinding sumur hingga akhirnya ia tiba di dasar sumur dan minum hingga puas.

Setelah merasa cukup, ia pun merangkak naik. Namun, ia terkejut ketika keluar dari sumur dan melihat seekor anjing di bibir sumur menjulur-julurkan lidahnya karena sangat kehausan.

“Anjing ini benar-benar kehausan seperti aku tadi. Jika tidak segera minum, ia pasti mati, sepertiku,” pikirnya.

Tanpa pikir panjang, laki-laki itu kembali mengambil risiko menuruni sumur itu, membuka sepatunya dan mengisinya dengan air hingga penuh. Lalu, ia gigit kuat-kuat sepatunya itu dan perlahan merangkak naik. Akhirnya, ia sampai di luar sumur dan cepat-cepat meminumkan air itu pada anjing yang langsung mereguknya dengan rakus.

Rasulullah SAW menyampaikan di ujung ceritanya, Allah berterima kasih kepadanya, karena ia telah menolong salah satu makhluk-Nya. Allah juga mengampuni dosa-dosanya sebagai balasan atas kebaikannya itu. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved