7 Adab Makan Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Penting bagi Muslim mengetahui adab saat makan. Mematuhi adab makan akan membawa berkah, memperbaiki watak, mengajarkan kerendahan hati, menyadari rasa syukur kepada Allah, menjauhkan diri dari godaan setan, dan menumbuhkan cinta di hati kepada Allah SWT.
Beberapa adab ini harus dipatuhi sebelum, selama dan setelah makan.
Adab Sebelum Makan
1. Niat baik
Seseorang hendaknya berniat baik atas makanannya, seperti berniat untuk memperoleh energi agar dapat menaati Allah dan menjaga kesehatan guna menunjang amal saleh. Dengan niat demikian, aktivitas makan menjadi ibadah yang berpahala.
Rasulullah (SAW) bersabda, “Sesungguhnya (pahala) perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)
2. Berdoa sebelum berbuka puasa
Rasulullah (SAW) bersabda, “Sesungguhnya doa orang yang berpuasa pada waktu berbuka itu tidak ditolak.” (H.R. Ibnu Majah)
3. Tidak boros
Sesuai dengan perintah Allah (SWT) yang disebutkan Alquran, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (Q.S Al-A’raf: 31)
Adab Saat Makan
1. Menghabiskan waktu makan bersama adalah hal yang dianjurkan Rasulullah
Saat kita makan bersama orang lain, makanan kita terasa lebih berkah.
Rasulullah (SAW) bersabda, “Makanlah makananmu bersama-sama dan sebutkan nama Allah di atasnya, karena kamu akan diberkati di dalamnya.” (H.R Abu Dawud, 3764)
2. Menunggu makanan yang sangat panas menjadi lebih dingin
Diriwayatkan Asma binti Abu Bakar, sesungguhnya beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya.” (H.R Ahmad)
3. Tidak mengkritik makanan
Mengkritik makanan sama saja dengan meremehkan rezeki dan meremehkan orang-orang di sekitar Anda. Abu Hurairah R.A berkata,
“Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Muslim)
4. Berdoa kepada Allah pada saat berbuka
Diriwayatkan dalam Sunnah bahwa orang yang berpuasa dianjurkan untuk mengatakan,
“Dzahaba azh-zhama’ wab-tallat al-‘uruq wa tsabata al-‘ajr – in shaa’ Allah.
”Haus terpuaskan, urat-urat basah, dan pahala terjamin – insya Allah.” (H.R Abu Dawud).
5. Menyebut nama Allah di awal makan
Ini adalah salah satu etika makan yang utama dan terpenting. Sehubungan dengan hal ini diriwayatkan bahwa Rasulullah (SAW) pernah berkata kepada seorang anak laki-laki (Ibn ‘Abbaas, ra):
“Hai anak laki-laki, sebutkan nama itu. Ya Allah, makanlah dengan (tangan) kananmu, dan makanlah dari tempat hidangan yang lebih dekat denganmu.” (H.R Al-Bukhari & Muslim)
Barang siapa yang lupa menyebut nama Allah di awal makan dan kemudian mengingatnya saat makan, maka ucapkan: “Bismillaahi aw-walahu wa aakhiruhu (Dengan menyebut nama Allah di awal (makanannya) dan di ujungnya).”
6. Makan dengan tangan kanan
Hal ini merupakan wajib karena Nabi Muhammad (SAW) menganjurkan pentingnya makan dengan tangan kanan. Hal ini agar Anda tidak perlu khawatir tentang adab setan yang kerap menggunakan tangan kiri. Rasulullah (SAW) bersabda,
“Jika ada di antara kamu makan, hendaklah dia makan dengan tangan kanannya (tangan kanan).” (H.R Muslim)
7. Makan dengan tiga jari
Nabi (SAW) menganjurkan untuk menggunakan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah ketika makan. Nabi biasa melakukan ini karena, di masa lalu, kurma dimakan dan Nabi tidak memerintahkan untuk makan dengan lima jari, sendok, atau garpu.
Dalam sebuah hadits dinyatakan, “Dahulu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam makan dengan tiga jari dan menjilati tangannya setelah makan sebelum beliau bersihkan.” (HR. Muslim).
(UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments