Irlandia Ancam Boikot Eurovision Jika Israel Tetap Diikutkan
Irlandia mengancam akan memboikot Kompetisi Lagu Eurovision 2026 jika ‘Israel’ diizinkan ikut, menurut media pemerintah RTE.
Sejumlah anggota Uni Penyiaran Eropa (EBU) menyuarakan kekhawatiran mereka atas partisipasi ‘Israel’ dalam kompetisi tersebut pada pertemuan serikat tersebut di bulan Juli.
RTE menambahkan bahwa sikapnya adalah Irlandia tidak akan berpartisipasi dalam Kontes Lagu Eurovision 2026 jika partisipasi Israel tetap berlanjut. Pihaknya mengungkapkan akan membuat keputusan akhir terkait partisipasi Irlandia setelah EBU memutuskan apakah Israel akan berpartisipasi, lanjut pernyataan tersebut.
“RTE ingin berterima kasih kepada EBU atas proses konsultasi ekstensif yang dimulai berdasarkan pertemuan tersebut, dan perpanjangan opsi untuk menarik diri dari partisipasi tanpa penalti hingga Desember,” bunyi pernyataan RTE.
Irlandia, lanjut RTE, merasa tidak adil jika tetap berpartisipasi bersama Israel mengingat hilangnya nyawa yang terus terjadi di Gaza.
“RTE juga sangat prihatin dengan pembunuhan jurnalis yang ditargetkan di Gaza, penolakan akses jurnalis internasional ke wilayah tersebut, dan penderitaan para sandera yang tersisa,” imbuh RTE.
Irlandia telah memenangkan Eurovision tujuh kali, jumlah terbanyak bersama Swedia. Kemenangan terakhirnya adalah pada tahun 1996.
Edisi peringatan 70 tahun kontes ini dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria, pada bulan Mei setelah perwakilan Austria, JJ, menang dengan lagunya Wasted Love di Basel, Swiss, awal tahun ini.
Irlandia diwakili oleh Emmy di Basel, dengan lagu Laika Party, sementara Israel diwakili oleh Yuval Raphael, dengan lagunya New Day Will Rise.
Partisipasi ‘Israel’ di Eurovision telah mendapat kecaman dari negara-negara tuan rumah dua tahun terakhir. Apalagi belakangan ini aksi demo pro-Palestina semakin banyak di kota-kota Eropa. (UYR/Hidcom)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments