Deretan Keutamaan Shalat Sunnah
Umat Islam perlu mengetahui lebih jauh beberapa keutamaan mendirikan shalat sunnah. Dalam buku Klasifikasi Sholat Sunnah dan Keutamaannya karya Muhammad Ajib dijelaskan, dengan mengetahui keutamaan bagi yang mendirikan shalat sunnah maka diharapkan seseorang dapat menjadi semangat dan tergerak hatinya dalam menjalankan ibadah sunnah secara istiqamah.
Imam Nawawi bahkan menjelaskan pentingnya shalat sunnah. Beliau berkata bahwa sudah semestinya bagi umat Muslim untuk senantiasa menjaga dan memperbanyak shalat-shalat sunnah.
Berikut beberapa fadhilah (keutamaan) dalam melaksanakan ibadah shalat sunnah:
Pertama, menutupi kekurangan shalat fardhu. Shalat Fardhu lima kali sehari bisa jadi kita lakukan dengan kurang sempurna, bisa karena tidak khusyuk dan lain sebagainya. Untuk menutupi kekurangan itu, maka dengan mengerjakan shalat sunnah rawatib maka insya Allah shalat fardhu akan tertupi kekurangannya.
Namun yang perlu digarisbawahi adalah, shalat sunnah ini hanya bisa menutupi kekurangan shalat fardhu, bukan menutupi kekurangan seperti shalat yang batal atau tidak sah dalam shalat fardhu yang tertinggal bertahun-tahun lamanya.
Kedua, ibadah sunnah paling afdhal. Ibadah shalat lebih afdhal atau lebih utama dari ibadah puasa. Para ulama mengatakan bahwa shalat sunnah memang lebih afdhal, Imam Ibnu Hajar misalnya pernah meyebut bahwa ibadah badaniyah yang lebih afdhal setelah syahadat adalah shalat. Shalat fardhu itu lebih afdhal dari ibadah ibadah fardhu lainnya, dan shalat sunnah itu lebih afdhal dari ibadah sunnah lainnya.
Ketiga, bisa menemani Nabi di surga. Dahulu ada seorang sahabat Nabi bernama Rabiah bin Ka’ab Al-Aslamiy yang ingin masuk surga dan menemani Nabi di sana, lalu Rasulullah pun memerintahkannya untuk memperbanyak shalat sunnah. Dengan memperbanyak shalat sunnah niscaya Allah akan mengabulkan keinginannya.
Keempat, dosanya berguguran ketika rukuk dan sujud. Ketika seseorang sedang shalat fardhu maupun shalat sunnah ternyata dosa-dosanya semua berguguran. Maka semakin banyak seorang Muslim itu mendirikan shalat, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang dikatakan Nabi dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi.
Nabi berkata, “Sesungguhnya seorang hamba jika sedang shalat maka didatangkan semua dosa-dosanya dan diletakkan di atas kepalanya atau pundaknya. Maka ketika ia rukuk atau sujud, maka dosa-dosanya itu akan berguguran dari dirinya.”
Kelima, dicintai oleh Allah SWT. Orang yang rajin menjalankan ibadah sunnah maka dia termasuk hamba Allah yang sangat dicintai-Nya. Maka berhati-hatilah terhadap orang yang rajin menjalankan ibadah sunnah, sebab orang-orang semacam inilah yang dicintai Allah dan dilindungi.
Keenam, doanya mustajab. Salah satu keutamaan orang yang senantiasa menjalankan shalat sunnah adalah doa-doanya mustajab atau dikabulkan Allah. Dari Aisyah, Nabi berkata, sesungguhnya Allah berfirman, ‘Siapa yang menghina wali-Ku maka akan Aku perangi. Tidaklah seorang hamba bertaqarrub kepadaku dengan apa yang aku wajibkan kepadanya. Dan seorang hamba senantiasa bertaqarrub kepadaku dengan amalan sunnah sampai Aku mencintainya. (Maka) jika dia meminta kepadaku, akan Aku beri. Jika dia berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan,’. Hadits ini merupakan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad.
Ketujuh, derajatnya diangkat di sisi Allah SWT. Kedudukan orang yang rajin mendirikan ibadah shalat sunnah sangatlah mulia di sisi Allah. Dia dimuliakan di dunia dan juga dimuliakan di akhirat.
Nabi berkata, “Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya jika engkau sujud satu kali saja maka Allah akan mengangkat derajatmu dan Allah akan menghapuskan kesalahanmu.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments