Dari Lulusan Madrasah Hingga Guru Besar Manajemen Madrasah
Sebanyak 116 orang dosen binaan Kementerian Agama menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar Rumpun Ilmu Agama pada 15 Desember 2025, di Jakarta. SK tersebut diserahkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, sebagai bentuk pengakuan negara atas dedikasi, kontribusi dan capaian akademik tertinggi para dosen tersebut.
Salah satu penerima SK Guru Besar itu adalah Dr. H. A. Umar, M.A., dosen UIN Walisongo Semarang. Dia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Madrasah. Penganugerahan ini menandai puncak pengabdian akademik sekaligus pengakuan atas perjalanan panjang beliau dalam memajukan tata kelola dan mutu madrasah di Indonesia.
Gelar Guru Besar ini tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga simbol keberhasilan ekosistem pendidikan Islam, khususnya madrasah, dalam melahirkan akademisi dan pemimpin pendidikan berkelas nasional dan internasional.
Dari Madrasah hingga Guru Besar
Perjalanan akademik Profesor Umar berakar kuat dari dunia madrasah. Ia mengawali pendidikan formalnya di MI Miftahul Islam, Desa Ringinharjo, Gubug, Grobogan, kemudian melanjutkan ke MTs NU Demak dan MA NU Demak. Latar belakang ini menegaskan bahwa Profesor Umar merupakan produk autentik sistem pendidikan madrasah.
Pendidikan tingginya ditempuh secara konsisten di bidang pendidikan Islam. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam dari IAIN Walisongo Semarang (1990), Magister Pendidikan Islam dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1993), dan gelar Doktor Studi Islam dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2009). Konsistensi ini membentuk fondasi keilmuan yang kokoh dalam bidang manajemen dan pengembangan madrasah.
Pengalaman akademiknya juga diperluas melalui pendidikan singkat internasional Madrasah Aliyah Development Center di Edith Cowan University, Australia tahun (2004), yang memperkaya perspektif global dalam pengelolaan dan pengembangan madrasah di Indonesia.
Inisiator “Madrasah Hebat Bermartabat”
Kontribusi Profesor Umar semakin menonjol ketika menjabat sebagai Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI pada periode 2017–2021. Pada masa inilah arah kebijakan pengembangan madrasah dikonsolidasikan secara sistematis melalui visi “Madrasah Hebat Bermartabat”, yang menegaskan integrasi antara nilai-nilai keislaman, keunggulan akademik, sains, teknologi dan karakter.
Visi tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterjemahkan ke dalam program-program strategis berbasis integrasi Islam dan sains. Dua program unggulan nasional yang menjadi ikon pada periode ini adalah Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES). KSM dirancang sebagai ajang kompetisi sains yang mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, sementara MYRES menjadi wahana penguatan budaya riset peserta didik madrasah sejak dini melalui pendekatan ilmiah yang kontekstual dan berkarakter.
Selain itu, penguatan ekosistem sains dan teknologi madrasah dilakukan melalui pengembangan program robotik madrasah, pengenalan computational thinking (CT), serta perluasan transformasi digital melalui Akademi Madrasah Digital (AMD). Program ini mendorong madrasah untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat literasi digital guru dan peserta didik.
Dalam upaya membangun citra dan kepercayaan publik terhadap madrasah, Profesor Umar juga menginisiasi berbagai program syiar dan publikasi pendidikan Islam. Di antaranya adalah Program Syiar Anak Negeri (SAN) yang dikembangkan melalui kerja sama strategis dengan MetroTV, serta Syiar Madrasah Ramadan, hasil kolaborasi antara Kementerian Agama, PTKIN, dan MetroTV. Program-program ini secara konsisten menampilkan praktik baik, prestasi, dan inovasi madrasah di ruang publik nasional setiap bulan ramadlan.
Melalui pendekatan kebijakan yang integratif—menggabungkan penguatan akademik, riset, sains, teknologi, digitalisasi, dan syiar keislaman—periode kepemimpinan Profesor Umar di KSKK Madrasah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing, kepercayaan publik, dan kebanggaan terhadap madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pengalaman panjang dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan strategis madrasah tersebut kemudian diperkaya dan diperdalam melalui kontribusi keilmuan Profesor Umar dalam bentuk riset, publikasi ilmiah, dan karya akademik yang berkelanjutan.
Kontribusi Keilmuan dan Amanah Akademik
Sebagai akademisi, Profesor Umar secara konsisten mengembangkan keilmuan Manajemen Madrasah melalui riset, publikasi, dan karya tulis yang menjadi rujukan nasional. Sejumlah buku yang telah diterbitkan antara lain:
1. Revolusi Madrasah: Mozaik “Perjuangan” Tiga Kota, tahun 2014
2. Pendidikan Islam Berbasis Pengembangan Mutu Madrasah dan Pesantren, tahun 2014
3. Dinamika Sistem Pendidikan Islam dan Modernisasi Pesantren, tahun 2015
4. Madrasah Transformatif: Best Practices Pengelolaan Madrasah di Kota Santri, tahun 2015
5. Madrasah Hebat Bermartabat: Diorama Pergulatan Madrasah di Desa dan Kota, tahun 2021
6. Manajemen Madrasah: Teori, Riset, dan Praktik, tahun 2022
7. Wanita Berjuta Talenta: Kisah Inspiratif Wanita Tangguh di Balik Kesuksesan Madrasah, tahun 2022
8. Hak dan Kewajiban Laki-Laki dalam Keluarga Tenaga Kerja Wanita, tahun 2024.
9. Kepemimpinan Pendidikan Islam Moderat di Madrasah, tahun 2025.
Selain buku, Profesor Umar juga aktif menulis artikel jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional bereputasi, di antaranya:
1. Does Opportunity to Learn Explain the Math Score Gap between Madrasah and Non-Madrasah Students in Indonesia, tahun 2022.
2. Public Information Disclosure in State Madrasah Aliyah, tahun 2023.
3. Transformation of Madrasah Management: Strategy to Increase Public Trust in State Elementary Madrasah 1 Grobogan, tahun 2024.
4. School Improvement Framework for Indonesia, tahun 2024.
5. Dimensions of Basic Educational Character in the Qur’ān: A Hermeneutic Analysis of Tafsīr Al-Jawāhir by Sheikh Tantawi Jauhari on Surah Nūḥ, tahun 2025.
6. Kepemimpinan Transformasional dalam Mendorong Prestasi STEM Madrasah Indonesia: Studi pada Olimpiade Sains Nasional, tahun 2025.
7. The Construction of Centralized Disciplinary Leadership in Developing Moderate Attitudes in Private Madrasah Tsanawiyah, tahun 2025.
Dalam penguatan inovasi pendidikan, Profesor Umar juga telah memperoleh 10 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham RI, serta aktif menulis artikel opini dan pemikiran strategis di laman resmi kemenag.go.id, sebagai bagian dari kontribusi intelektual kepada publik dan pengambil kebijakan.
Penganugerahan gelar Guru Besar ini menjadi amanah akademik untuk terus memperkuat riset, pengembangan kebijakan, dan pengabdian keilmuan di bidang Manajemen Madrasah. Dalam keterangannya, Profesor Umar menyampaikan komitmennya:
“Gelar Guru Besar ini merupakan amanah akademik untuk terus mendedikasikan ilmu bagi kemajuan madrasah. Dari madrasah, oleh madrasah, dan untuk madrasah, kita wujudkan pendidikan Islam yang hebat bermartabat.”
Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi insan pendidikan madrasah bahwa konsistensi keilmuan, integritas, dan pengabdian berkelanjutan akan melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan Islam di Indonesia. (UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments