Doa Bersama MUI untuk Korban Bencana di Istiqlal Bakal Dihadiri Puluhan Ribu Jamaah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam, khususnya di wilayah Sumatera, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan solidaritas kebangsaan di tengah musibah banjir yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Kiai Mabroer MS, mengatakan doa bersama ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan mental para korban bencana, sekaligus menjadi penguat bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
“Insya Allah, doa bersama ini menjadi ikhtiar kita untuk meringankan beban para korban bencana, khususnya di Sumatera dan Indonesia pada umumnya. Kita berharap para korban diberi kesabaran dan ketabahan, serta pemerintah diberikan kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan akibat bencana,” ujar Kiai Mabroer di Kantor MUI Pusat, Selasa (13 Januari 2026).
Rencananya, doa bersama akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan dihadiri tidak kurang dari 20 ribu jamaah yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus MUI dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Acara ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Tanggal pelaksanaannya masih tentatif, antara 31 Januari atau 7 Februari,” tambahnya.
Selain doa bersama, agenda tersebut juga akan dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus MUI Pusat yang jumlahnya mencapai sekitar 1.300 orang. Kiai Mabroer menegaskan pentingnya dukungan masyarakat agar para pengurus yang dikukuhkan dapat menjalankan amanah secara optimal.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar pengurus MUI yang dikukuhkan dapat mengemban amanah dengan baik, baik sebagai pelayan umat maupun mitra strategis pemerintah,” katanya.
Menurut Kiai Mabroer, persiapan acara taaruf dan pengukuhan pengurus MUI telah berjalan matang. Panitia telah menghimpun tidak kurang dari 125 simpul jamaah atau generator peserta yang berasal dari berbagai daerah dan elemen, mulai dari Jawa Barat, Jabodetabek, majelis taklim, ormas-ormas Islam yang tergabung dalam MUI, hingga elemen masyarakat lainnya.
“Dari sisi peserta, insya Allah tidak ada masalah. Kami akan memobilisasi sekitar 400 bus untuk mengangkut jamaah,” jelasnya.
Lebih jauh, Kiai Mabroer menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di tengah berbagai tantangan dan ancaman global.
“Ini momentum bagi kita semua, bagi bangsa Indonesia, untuk menunjukkan bahwa MUI dan ormas-ormas Islam yang tergabung di dalamnya tetap bersatu. Kita ingin menegaskan bahwa umat Islam tidak terpecah-belah, tidak mudah diadu domba, dan tetap bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.
Ia berharap, melalui momentum doa bersama dan pengukuhan pengurus ini, peran MUI ke depan semakin optimal dan maksimal dalam mendampingi umat serta berkontribusi bagi kemaslahatan bangsa dan negara. (UYR/MUI)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments