Follow us:

Lebaran Tiba! Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Hindari Tempat Wisata yang Rawan Bahaya

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter Piprim Basarah Yanuarso, memberikan imbauan kepada orang tua menjelang musim mudik Lebaran 2026. Ia menekankan pentingnya memilih tujuan liburan dengan cermat agar pengalaman berlibur tetap menyenangkan dan aman bagi anak-anak.

Piprim menyarankan agar orang tua mempertimbangkan tempat wisata yang berada di dalam ruangan (indoor), seperti museum, pusat sains, atau perpustakaan anak. Dengan memilih lokasi-lokasi ini, diharapkan anak-anak dapat terhindar dari cuaca hujan dan keramaian yang berlebihan, sehingga dapat menikmati liburan dengan lebih nyaman.

“Pilihlah destinasi di dalam ruangan (indoor) seperti museum, pusat sains/edukasi interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain dalam ruangan. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman seru sekaligus melindungi anak dari hujan dan keramaian yang berlebihan. Hindari lokasi yang rawan banjir, longsor, atau memiliki akses jalan licin,” ujar Piprim dalam keterangan pers yang dirilis pada Senin (16 Maret 2026).

Selain itu, orang tua juga diimbau untuk selalu memantau ramalan cuaca sebelum berangkat, memastikan kondisi kesehatan anak dalam keadaan baik, serta menyiapkan aktivitas alternatif di penginapan jika cuaca tidak mendukung. Untuk perjalanan darat, disarankan untuk menyiapkan daftar putar lagu anak atau dongeng audio agar suasana tetap ceria dan menyenangkan selama perjalanan.

IDAI juga memberikan rekomendasi mengenai perlengkapan yang perlu dibawa untuk menghadapi situasi darurat. Beberapa perlengkapan yang disarankan meliputi:

  • P3K Keluarga: Parasetamol, obat anti-mabuk, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin C.
  • Dokumen Penting: Kartu Identitas Anak (Akta Kelahiran/Kartu Keluarga/Paspor), tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, surat izin dari pasangan (jika bepergian sendiri), serta daftar nomor darurat (rumah sakit terdekat di jalur mudik).
  • Perlengkapan Cuaca: Jaket, jas hujan/payung, alas kaki anti selip, dan pakaian ganti.
  • Bekal dan Hiburan: Camilan sehat (buah potong, telur rebus, omelet, biskuit), botol minum sendiri, serta mainan atau buku untuk mengalihkan kebosanan anak.

Kembali ke kampung saat kasus campak meningkat

Piprim menyampaikan bahwa mudik tahun ini bertepatan dengan meningkatnya kasus campak di Indonesia. Dalam situasi yang penuh kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan penyakit seperti campak, batuk dan pilek, serta tingginya aktivitas masyarakat, IDAI menekankan pentingnya persiapan yang matang sebagai kunci utama untuk menjaga kesehatan.

Campak merupakan salah satu penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan dengan influenza. Piprim menegaskan bahwa langkah paling penting sebelum melakukan perjalanan jauh adalah memastikan bahwa anak-anak telah mendapatkan imunisasi yang diperlukan.

“Vaksinasi adalah benteng pertahanan terkuat yang bisa kita berikan kepada anak. Langkah paling krusial sebelum mudik adalah memastikan imunisasi anak Anda lengkap, terutama vaksin MR/MMR,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Piprim menambahkan, “Vaksinasi dua dosis terbukti menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak yang sangat mudah menyebar.” Ia menjelaskan bahwa jika imunisasi anak sudah lengkap, maka perlindungannya menjadi optimal, memberikan rasa tenang tambahan bagi orang tua selama liburan. Dengan demikian, memastikan status imunisasi anak sebelum mudik adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.

Laksanakan Protokol Kesehatan Saat Mudik

Selain melakukan vaksinasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan kepada orangtua untuk menerapkan protokol kesehatan selama melakukan perjalanan. Salah satu langkah yang perlu diambil adalah “Hindari Keramaian”, di mana orangtua sebaiknya mengurangi interaksi di tempat-tempat yang ramai dan mengajarkan anak untuk menjaga jarak dari orang yang menunjukkan gejala seperti batuk atau pilek.

Selain itu, penting untuk menjaga “Higienitas” dengan cara rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menyediakan hand sanitizer untuk digunakan saat diperlukan. Selanjutnya, dalam hal “Etika Batuk dan Masker”, orang tua perlu mengajarkan anak untuk menutup mulut dengan tisu atau siku ketika batuk atau bersin, dan menggunakan masker saat berada di transportasi umum atau ruang publik untuk memberikan perlindungan tambahan dari percikan droplet.

Terakhir, orang tua juga harus mengingatkan anak untuk “Tidak Berbagi Barang Pribadi”, seperti alat makan, handuk, atau botol minum. Dengan menerapkan semua langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko penularan penyakit selama perjalanan dan menjaga kesehatan anak-anak. (UYR/Liputan6)

Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved