UIN Raden Intan Lampung Masuk 10 Besar Kampus Berkelanjutan dalam UI GreenMetric 2026
Upaya Universitas Islam Indonesia (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dalam menjaga lingkungan kampus, mengelola sampah dan air, serta membangun lingkungan belajar yang lebih ramah lingkungan mengantarkannya masuk 10 besar kampus berkelanjutan di Indonesia.
Dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026, UIN RIL menempati peringkat kedelapan nasional sekaligus mempertahankan peringkat pertama di antara perguruan tinggi Islam di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama.
“Ini merupakan peningkatan bagi UIN RIL. Kita sempat berada di posisi 8 pada tahun 2022, kemudian konsisten berada di 10 besar, dan tahun 2026 ini kembali berada pada posisi 8 nasional,” ujar Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, Selasa (15 September 2026).
Penganugerahan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 berlangsung di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15 September 2026). Penghargaan diterima langsung oleh Rektor UIN RIL.
UI GreenMetric menilai upaya perguruan tinggi dalam membangun dan mengelola lingkungan kampus secara berkelanjutan. Penilaian mencakup tujuh kriteria, yaitu penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, air, transportasi, pendidikan, serta riset.
Praktik Baik Penghijauan
Capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan banyaknya pepohonan atau ruang hijau di lingkungan kampus. Upaya membangun kampus berkelanjutan mencakup cara perguruan tinggi mengelola sumber daya, mengurangi limbah, menghemat penggunaan air dan energi, beb serta memasukkan isu lingkungan dalam pendidikan dan riset.
Salah satu praktik yang dikembangkan UIN RIL adalah pengelolaan air melalui delapan embung dan sekitar 8.000 lubang resapan biopori. Infrastruktur tersebut digunakan untuk membantu mengelola air hujan sekaligus menjaga ketersediaan air, termasuk mengurangi persoalan genangan pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
Pada aspek pengelolaan sampah, UIN RIL mengembangkan Green Corner dan bank sampah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dipilah dan dimanfaatkan kembali. UIN RIL juga pernah memberikan pelatihan pembuatan kompos kepada tenaga kebersihan, dengan hasil kompos dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan kampus.
Upaya mengurangi timbulan sampah dilakukan antara lain melalui pengurangan penggunaan botol plastik, penyediaan keran air minum, pemilahan sampah, serta digitalisasi untuk mengurangi penggunaan kertas. Produk hasil pengolahan limbah, seperti kompos dan maggot kering, juga dikembangkan agar memiliki nilai guna dan ekonomi.
Upaya keberlanjutan tersebut tidak hanya diarahkan pada pengelolaan fasilitas kampus, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan. UIN RIL pernah menerapkan mata kuliah Islam dan Lingkungan bagi seluruh program studi, sehingga isu lingkungan diperkenalkan kepada mahasiswa melalui pembelajaran.
Dengan berbagai praktik tersebut, lingkungan kampus sekaligus menjadi ruang belajar bagi sivitas akademika untuk mengenal pengelolaan sampah, air, penghijauan, dan penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Empat Sertifikat Pengakuan
Selain capaian peringkat, UIN RIL menerima empat sertifikat pengakuan dalam UI GreenMetric 2026.
Dua di antaranya merupakan sertifikat penghargaan atas capaian peringkat, yakni Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan Kedelapan di Indonesia dan Perguruan Tinggi Islam Paling Berkelanjutan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dua sertifikat lainnya merupakan pengakuan atas pemenuhan kriteria dan praktik keberlanjutan kampus. UIN RIL menerima Certificate of Compliance, yang menyatakan bahwa UIN RIL memenuhi tujuh kriteria UI GreenMetric melalui program keberlanjutan pada 2026.
UIN RIL juga memperoleh Trees Rating Certificate dengan penilaian empat dari lima pohon. Pada sertifikat tersebut tercantum bahwa penilaian diberikan berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap data perguruan tinggi dan program keberlanjutan dengan menggunakan tujuh kriteria UI GreenMetric.
Certificate of Compliance dan Trees Rating Certificate tercantum bertanggal 1 Juli 2026, sedangkan dua sertifikat penghargaan peringkat tercantum bertanggal 15 September 2026, bertepatan dengan penganugerahan di Yogyakarta.
Rektor Wan Jamaluddin bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang kembali diraih UIN RIL menunjukkan peningkatan sekaligus konsistensi dalam upaya membangun kampus yang berkelanjutan. “Tentu ini merupakan hasil kerja dari seluruh pihak, keluarga besar UIN RIL,” katanya.
Adapun 10 besar perguruan tinggi nasional berdasarkan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 adalah Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, UIN Raden Intan Lampung, Telkom University, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Sementara tiga besar perguruan tinggi Islam binaan Ditjen Pendis Kementerian Agama dalam UI GreenMetric 2026 adalah UIN Raden Intan Lampung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Raden Fatah Palembang.
Capaian tersebut menegaskan konsistensi UIN RIL dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Pada 2026, UIN RIL kembali mempertahankan posisi pertama di antara perguruan tinggi Islam di bawah Ditjen Pendis sekaligus berada dalam 10 besar perguruan tinggi berkelanjutan secara nasional. (UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments