Follow us:

Lewat Dongeng, Perpustakaan Kemenag Kenalkan Kerukunan kepada Anak-Anak

Mengenalkan kerukunan kepada anak tidak harus melalui materi yang rumit. Perpustakaan Kementerian Agama mengemas pesan hidup rukun dan menghargai perbedaan melalui dongeng dalam kegiatan School Goes to Library yang diikuti puluhan siswa Madrasah Ibtidaiah (MI) Al-Ittihad.

‎Dongeng menjadi salah satu metode yang digunakan karena dekat dengan dunia anak. Pesan mengenai kerukunan yang cukup kompleks dapat disampaikan melalui cerita dengan bahasa yang lebih mudah dipahami siswa.

‎Nur Rochmah, Pustakawan Ahli Pertama, mengatakan terdapat berbagai media yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi. Namun, media penyampaiannya perlu disesuaikan dengan usia peserta.

‎“Karena pesertanya anak-anak MI, kami memilih media yang gampang dicerna dan dipahami. Kalau tentang kerukunan, moderasi beragama, atau ekoteologi kan secara materi berat. Makanya kami memilih untuk bercerita atau mendongeng agar mereka lebih mengerti maksud yang kami bawakan,” ujarnya, Senin (14 September 2026).

Laily Rohayatin, Kepala MI Al-Ittihad, menilai pengenalan tentang kerukunan relevan dengan kehidupan anak yang akan tumbuh dan berinteraksi dengan masyarakat dari latar belakang yang beragam.

‎“Kita hidup bermasyarakat tidak hanya dengan yang seiman atau seagama. Mereka juga harus belajar untuk menghargai, diawali dari sekolah, kemudian lingkungan, apalagi nanti di dunia kerja,” jelasnya.

‎Melalui School Goes to Library, anak-anak tidak hanya diajak mengenal perpustakaan, tetapi juga belajar tentang pentingnya hidup rukun dan menghargai perbedaan sejak dini. Pesan tersebut dikenalkan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian mereka agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan bersama. (UYR/Kemenag)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved