Adab Sebelum Tidur
Pada umumnya manusia itu sedikit sekali yang memperhatikan kenikmatan tidur. Kebanyakan mereka memandang tidur itu sebagai suatu hal yang tidak penting. Ini adalah pengertian yang salah dalam memahami nikmat besar yang dianugerahkan Allah kepada manusia.
Apabila tidur dianggap sebagai nikmat yang nyata, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan malam sebagai waktu yang tepat untuknya. Tidur adalah nikmat yang jelas, seperti dalam firman Allah,
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُوْنَ فِيْهِ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ ٧٢ (القصص)
“Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS al-Qasas [28]: 72)
Islam telah mengajarkan adab-adab tertentu yang harus diikuti saat tidur. Lalu bagaimana adab tidur dalam Islam?
Adab Tidur Dalam Islam
1. Berwudhu sebelum tidur
Disarankan untuk berwudhu sebelum tidur agar tidur lebih berkualitas dan mendapat perlindungan dari Allah.
2. Membaca doa sebelum tidur
Membaca doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum tidur, seperti doa tidur yang berbunyi,
بِاسْمِكَ اللهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ
“Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.”
3. Tidur menghadap ke kanan
Rasulullah SAW menganjurkan tidur dengan posisi miring ke kanan.
4. Membaca Ayat Kursi
Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) dan surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur. Untuk bacaan ayat kursi sendiri seperti ini:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. (QS Al-Baqarah [2]:255)
5. Waktu Tidur yang Baik
Dalam Islam juga dianjurkan untuk tidur lebih awal dan bangun di sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang dikenal sebagai waktu terbaik untuk beribadah, termasuk shalat tahajjud. Tidur setelah shalat Isya dan bangun sebelum fajar merupakan kebiasaan yang dianjurkan.
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam tidur. Tidur berlebihan bisa mengurangi produktivitas dan ibadah, sementara tidur terlalu sedikit bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk tidur secukupnya. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments