Allah Menjamin Sediakan Rezeki bagi Makhluk-Nya
Syekh Ibnu AThaillah As Sakandari dalam kitab At Tanwir menjelaskan soal surat Hud ayat 6. Adapun ayat itu berbunyi:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
wa mâ min dâbbatin fil-ardli illâ ‘alallâhi rizquhâ wa ya‘lamu mustaqarrahâ wa mustauda‘ahâ, kullun fî kitâbim mubîn
Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
Ayat ini menjelaskan secara lugas jaminan Allah atas penyediaan rezeki di dalam hati orang-orang mukmin. Jika terbesit urusan duniawi dalam hati mereka, iman dan kepercayaan kepada Allah akan mengalahkan rasa was-was.
Allah berfirman,
اَمِ اتَّخَذُوْٓا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَرْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ
amittakhadzû âlihatam minal-ardli hum yunsyirûn
Apakah mereka mengambil dari bumi tuhan-tuhan yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?
Jadi firman Allah, “Tidak ada satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah dan rezekinya.” merupakan jaminan yang ditanggung oleh Allah untuk hamba-Nya sebagai bentuk pengenalan kasih sayang-Nya. Dan, itu sifatnya bukan kewajiban bagi Allah, akan tetapi Allah mewajibkan Dia sendiri untuk menjamin rezeki karena kemurahan karunia-Nya.
Allah juga menjelaskan bahwa jaminan tersebut bersifat umum seakan-akan Allah berkata, “Wahai hamba-Ku, jaminan dan rezeki dari-Ku tidaklah khusus untukmu. Tapi aku menanggung, memberi rezeki, dan menjamin kehidupan setiap makhluk bernyaawa yang ada di muka bumi. Ketahuilah bahwa semua itu menunjukkan betapa luas jaminan-Ku dan tidak ada yang luput dari cakupan-Ku. Yakinlah pada-Ku sebagai penjamin dan pelindungmu. Jika engkau melihat cara-Ku menyebutkan beragam jenis makhluk bernyawa (hewan) dan caraKu memelihara mereka dengan sebaik-baik penjaminan, sedangkan kedudukanmu lebih mulia dibanding mereka, tentu engkau sepatutnya lebih percaya pada jaminan-Ku dan seharusnya lebih awas memerhatikan karuniaKu.
Tidakkah engkau melihat bagaimana Allah berfirman,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ
wa laqad karramnâ banî âdama
Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam (QS Al Isra ayat 70).
Syekh Athaillah menjelaskan, keutamaan manusia itu karena Allah menyeru mereka untuk menyembah-Nya menjanjikan mereka masuk surga dan kelak dapat bertemu denganNya. Salah satu hal yang menjelaskan keutamaan manusia dibanding ciptaan Allah lainnya adalah bahwa makhluk yang lian diciptakan untuk kepentingan manusia, sementara manusia diciptakan untuk Allah SWT.
Syekh Ibnu Athaillah mendengar perkataan gurunya yang bernama Syekh Abu Abbas Al Mursi. Dia berkata, “Allah berfirman, “Wahai keturunan Adam, aku menciptakan semua yang ada di alam semesta ini untuk kepentinganmu, dan aku menciptakanmu untuk mengabdi kepadaKu. Maka jangan sampai apa yang engkau miliki menyibukanmu dari yang memilikimu.
Allah berfirman,
وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ”
(Wal-arḍa waḍa‘ahā lil-anām)
“Dan bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya)” (QS: ArRAhman ayat 10).
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُۗ
wa sakhkhara lakum mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardli jamî‘am min-h
Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. (QS: Al Jatsiyah ayat 13).
Syekh Athaillah mengatakan, dia mendengar gurunya mengatakan bahwa semua yang ada di alam semesta semuanya ditundukkan oleh ALlah. Dan, manusia adalah hamba yang ada di hadapan Allah.
Allah berfirman,
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًاࣖ
âhulladzî khalaqa sab‘a samâwâtiw wa minal-ardli mitslahunn, yatanazzalul-amru bainahunna lita‘lamû annallâha ‘alâ kulli syai’ing qadîruw wa annallâha qad aḫâtha bikulli syai’in ‘ilmâ
Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti itu. Perintah-Nya berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS: At Thalaq ayat 12).
Allah telah menjelaskan bahwa apa yang ada di langit dan bumi diciptakan untuk kepentingan manusia. Jika engkau mengetahui bahwa alam semesta diciptakan karena dirimu, baik dapat memberi manfaat secara langsung maupun sebagai pelajaran yang juga tetap bermanfaat, seharusnya engkau tahu ketika Allah memberi rezeki makhluk yang diciptakan untuk kepentinganmu. Bagaimana mungkin Dia tidak melimpahkan rezeki padamu? Tidakkah engkau mendengar firman Allah surat Abasa ayat 31 dan 32.
وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا
wa fâkihataw wa abbâ
buah-buahan, dan rerumputan.
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
matâ‘al lakum wa li’an‘âmikum
(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.
Adapun firman Allah:
وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ
wa ya‘lamu mustaqarrahâ wa mustauda‘ahâ
Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. (QS Hud ayat 6)
Menguatkan bahwa Allah memelihara semua itu. Keberadaaan makhluk-Nya tidak samar dan terlihat jelas oleh Allah, bahkan Dia mengetahui tempatnya sehingga apa yang telah menjadi bagiannya akan sampai kepadanya. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments