Anak-Anak Muslim Inggris Galang Rp700 Juta untuk Bangun Sekolah Yatim di Kashmir
Sekelompok anak Muslim di Inggris berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp730 juta selama bulan Ramadan untuk membangun sekolah bagi anak-anak yatim piatu di Kashmir. Aksi ini menjadi wujud kepedulian terhadap akses pendidikan di wilayah konflik sekaligus memperkuat solidaritas komunitas.
Mengutip laporan Arab News, Rabu (18 Maret 2026), inisiatif tahunan bertajuk Ramadan Kids ini digagas oleh Tahreem Noor. Tahun ini, sekitar 50 anak Muslim Inggris dari beragam latar belakang—mulai dari Arab, Pakistan, Bengali, Gujarati, hingga India—ikut ambil bagian, menandai lima tahun sejak program tersebut diluncurkan.
Anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun terlibat dalam berbagai kegiatan untuk menggalang dana, seperti memasak, membuat sajadah, olahraga, hingga kegiatan edukasi keislaman. Noor menegaskan, penggalangan dana bukan satu-satunya tujuan utama program ini.
“Tujuan kami adalah menyatukan anak-anak dan remaja Muslim Inggris, membangun persahabatan, dan memperkuat rasa kebersamaan,” ujarnya.
Program ini bermitra dengan READ Foundation, yang akan menggunakan dana tersebut untuk membangun sekolah bagi hampir 140 anak yatim di Kashmir. Wilayah pegunungan yang telah lama menjadi sengketa antara India dan Pakistan itu menghadapi persoalan kemiskinan dan dampak konflik berkepanjangan.
Data Save the Children memperkirakan sekitar 200.000 anak yatim tinggal di kawasan tersebut.
READ Foundation, yang berdiri sejak 1994, tidak hanya membangun fasilitas pendidikan, tetapi juga menyediakan kebutuhan dasar seperti pakaian, makanan, transportasi, hingga akses air bersih bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik dan bencana.
“Banyak anak di Kashmir harus berjalan bermil-mil hanya untuk bersekolah. Mereka kekurangan kebutuhan dasar. Melalui sekolah ini, mereka akan mendapatkan pendidikan sekaligus dukungan hidup yang layak,” kata Noor.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta menargetkan penggalangan dana sekitar £750 atau setara Rp15 juta selama Ramadan, antara lain dengan menjual makanan dan bekerja sama dengan restoran lokal. Mereka juga menggelar acara puncak penggalangan dana di Saffron Gallery, London Timur.
Meski demikian, Noor menekankan bahwa target finansial bukan prioritas utama. Program ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta nilai-nilai empati dan kebersamaan di kalangan generasi muda.
Sejak dimulai pada 2021, Ramadan Kids telah menghimpun dana untuk berbagai misi kemanusiaan, termasuk membantu anak-anak di Palestina, Suriah, dan Turki melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga amal.
Noor berharap inisiatif ini mengirim pesan kuat kepada anak-anak di wilayah konflik bahwa mereka tidak sendiri.
“Kami memikirkan mereka. Kami berdiri bersama sebagai satu komunitas. Kami percaya, bersama-sama kita bisa melewati tantangan ini,” ujarnya. (UYR/Liputan6)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments