Fia dan Ofa, Dua Bersaudara Peserta MTQ Nasional Tafsir Inggris dan Indonesia
Menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional adalah prestasi membanggakan. Apalagi kalau kompetisi itu diraih dua saudara kandung yang saling memberikan dukungan.
Di antara lebih dari dua ribu peserta MTQ nasional, ada Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa. Keduanya adalah kakak beradik yang turut menyemarakkan perheatan MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang.
Mereka tergabung dalam kafilah MTQ Jawa Tengah. Zumrotul Luthfiyyah peserta cabang tafsir Bahasa Inggris putri. Sedangkan Durrotul Muqoffa merupakan peserta tafsir Bahasa Indonesia putri.
Fia dan Ofa, demikian mereka akrab disapa, merupakan anak pasangan KH Sulaiman dan Ny. Hj. Mundasah, pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an Al-Furqon, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Mereka telah memiliki banyak pengalaman prestasi di dunia MTQ, dari tingkat Kabupaten, provinsi, nasional bahkan hingga internasional. Semua berkat didikan sang Ibu dan Ayah dalam mengawal dengan ketat proses hafalan Al-Qur’an yang sudah dimulai sejak usia dini.
“Bahkan seringkali Ofa itu menghafal Al-Qur’an di pangkuan saya sampai tertidur,” kata Ny. Hj. Mundasah, Rabu (16 September 2026).
Sejak Usia Dini
Baik Fia dan Ofa, sudah menghafalkan Al-Qur’an sedari SD. Fia bercerita, pada usia 7 tahun, dirinya sudah menghafal 30 juz Al-Qur’an hanya dalam waktu delapan bulan. Bebarengan dengan adiknya Durrotul Muqoffa yang waktu itu berusia 5 tahun.
“Dengan dibimbing Abah dan Umi, kami berdua menghafal Al-Qur’an bersama-sama dan khatam dalam waktu delapan bulan,” kisah Fia.
Berkat dorongan orang tua, keduanya sudah sering mengikuti lomba di bidang Tahfidz Al-Qur’an, dari tingkat Kecamatan, hingga nasional. Sedangkan Ofa, pernah berprestasi di kancah internasional.
Otodidak
Fia mengikuti MTQ bidang Tafsir Bahasa Inggris. Cabang lomba ini adalah sebuah tantangan bagi Fia. Namun, ia terus bersemangat untuk bisa tampil dengan baik. Sudah sejak lama, Fia belajar Bahasa Inggris secara otodidak.
“Kebetulan saya suka Bahasa Inggris. Jadi jauh-jauh hari saya mulai berlatih tafsir Al-qur’an dengan Bahasa Inggris secara mandiri,” kata dia.
Sementara Ofa, belajar Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia dengan didampingi kedua orang tuanya. Selain itu, sejak beberapa bulan menjelang MTQ, mereka juga mendapatkan bimbingan dari LPTQ Pusat dan Jawa Tengah, baik secara online dan offline.
“Puncaknya adalah ketika kita dikarantina di Semarang sejak tanggal 20 Agustus 2026 hingga menjelang lomba di Semarang,” kata Ofa.
Berikut sederet prestasinya :
Zumrotul Luthfiya
a. Juara 1 tahfidz 20 juz STQ Nasional th 2017
b. Juara 1 tahfidz 30 juz MHQ Pesantren tingkat Provinsi Jawa Tengah th 2018
c. Juara II tafsir Bahasa Inggris MTQ tingkat Jawa Tengah th 2018
d. Juara Harapan 1 Tahfidz 10 Juz MTQ Nasional di NTB 20116
e. Harapan 3 Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional di Kaltim
Prestasi Durrotul Muqoffa
a. Juara 1 Tahfidz 10 juz pada STQ Nasional tahun 2011 di Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
b. Juara 1 Tahfidz 20 Juz pada MTQ Nasional tahun 2016 di NTB ( Nusa Tenggara Barat)
c. Delegasi Indonesia pada MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Iran tahun 2018
d. Juara 1 Tahfidz 30 Juz pada MTQ Mahasiswa Nasional tahun 2019 di Banda Aceh
e. Juara 1 Tahfidz 30 Juz & Tafsir Bahasa Indonesia pada MTQ Provinsi di Jawa Tengah tahun 2025
f. Juara Tahfidz 30 Juz MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat Nasional tahun 2022
g. Juara II tafsir Bahasa Arab STQ tingkat Provinsi Jawa Tengah th 2018
(UYR/Kemenag)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments