Follow us:

Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Lalai dan Penyebabnya yang Diperingatkan Alquran

Allah SWT telah memperingatkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar tidak terjerumus dalam kelalaian.

Dia berfirman:

وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًۭا وَخِيفَةًۭ وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ ٢٠٥

“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS Al-A’raf: 205).

Allah SWT juga memperingatkan agar kenikmatan dunia tidak membuat manusia lalai dari ketaatan kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ ٩

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al-Munafiqun: 9)

Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah SAW juga memberikan peringatan kepada umatnya:

وَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ، كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُلْهِيَكُمْ كَمَا أَلْهَتْهُمْ

“Demi Allah, bukan kemiskinan yang paling aku khawatirkan atas kalian. Namun, aku khawatir dunia dibentangkan kepada kalian sebagaimana telah dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka berlomba-lomba mengejarnya, lalu dunia itu melalaikan kalian sebagaimana telah melalaikan mereka.”

Karena itu, kelalaian bukan sekadar lupa sesaat, tetapi keadaan hati yang perlahan-lahan menjauh dari Allah.

Ia dapat bermula dari panjang angan-angan, tenggelam dalam kesenangan dunia, meninggalkan Alquran, meremehkan sholat, berbuat maksiat, hingga salah memilih pergaulan.

Jika dibiarkan, kelalaian dapat membuat hati semakin jauh dari kebenaran dan akhirnya membawa kerugian di akhirat.

Maka, obat terpentingnya adalah kembali menghidupkan hati dengan mengingat Allah, membaca Alquran, menjaga salat, memperbanyak amal saleh, serta memilih lingkungan dan teman yang membantu kita untuk tetap taat kepada-Nya.

Kelalaian (ghaflah) adalah sikap terlena dengan kehidupan dunia dan melupakan akhirat.

Ghaflah juga berarti berlebihan dalam memperturutkan hawa nafsu dan tenggelam dalam berbagai kenikmatan dunia. Allah SWT berfirman:

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًۭا ٢٨

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.” (QS al-Kahfi: 28).

Kelalaian adalah hati yang kosong dari mengagungkan Allah, akal yang tidak mau merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya, lisan yang kering dari zikir kepada-Nya, serta anggota tubuh yang malas menjalankan ketaatan kepada Allah. Allah SWT berfirman:

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَـٰرِهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ ١٠٨

“Mereka itulah orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang yang lalai.” (QS An-Nahl: 108).

Kelalaian juga berarti kebodohan terhadap Allah dan tidak memahami hak-hak-Nya, meremehkan kehidupan akhirat serta tidak berusaha memahami hakikatnya.

Seseorang bisa saja sangat cakap dan menguasai berbagai urusan dunia, tetapi lalai terhadap akhirat. Allah SWT berfirman:

يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًۭا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ ٧

“Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” (QS ar-Rum: 7)

Kelalaian merupakan penyakit yang merusak hati, menyibukkan seseorang dari kebaikan, serta menghalanginya untuk mendengar kebenaran, mengikutinya, dan mengambil manfaat darinya. Allah SWT berfirman:

سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَـٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍۢ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًۭا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًۭا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ ١٤٦

“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.” (QS Al-A’raf: 146)

Kelalaian adalah penyakit yang telah mengakar dan tersebar luas. Hampir tidak ada seorang pun yang benar-benar terbebas darinya. Allah SWT berfirman:

فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةًۭ ۚ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَـٰتِنَا لَغَـٰفِلُونَ ٩٢

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS Yunus: 92)

Penyebab kelalaian

Terdapat banyak faktor yang menyebabkannya. Salah satu yang paling berbahaya adalah panjang angan-angan. Allah SWT berfirman:

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ٣

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (QS Al-Hijr: 3)

Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan atas kalian ada dua: panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Adapun panjang angan-angan akan membuat seseorang melupakan akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi seseorang dari kebenaran.”

Hasan Al-Bashri juga berkata, “Tidaklah seorang hamba memanjangkan angan-angannya, kecuali ia akan memperburuk amalnya.”

Penyebab kelalaian berikutnya adalah meninggalkan Alquran. Allah SWT berfirman:

ٱقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍۢ مُّعْرِضُونَ ١

“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).”(QS Al-Anbiya: 1)

Penyebab lainnya adalah meremehkan pelaksanaan shalat wajib serta malas menghadiri shalat Jumat dan shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan shalat Jumat, atau Allah benar-benar akan mengunci hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai.” (HR Muslim)

Kelalaian juga disebabkan oleh kecintaan yang berlebihan kepada dunia, terlalu bersandar kepadanya, menggantungkan hati pada gemerlapnya, serta berlebihan dalam menikmati kesenangannya. Allah SWT berfirman:

وَعْدَ ٱللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ٦ يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًۭا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ ٧

“(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” (QS Ar-Rum: 6–7)

Ibnu Qayyim berkata, “Seberapa besar keinginan seorang hamba terhadap dunia dan keridaannya terhadap dunia, sebesar itu pula ia akan merasa berat dalam menaati Allah dan mencari kehidupan akhirat.”

Di antara penyebab kelalaian yang paling besar adalah ketidaktahuan tentang Allah SWT, nama-nama-Nya, dan sifat-sifat-Nya.

Orang yang benar-benar mengenal Allah akan mengagungkan-Nya, mencintai-Nya, dan menaati-Nya sehingga tidak akan lalai dari mengingat-Nya. Renungkanlah firman Allah SWT surat Ar-Ra’d: 27–29.

Penyebab kelalaian lainnya adalah melakukan kemaksiatan. Allah SWT berfirman:

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ١٤

“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS Al-Muthaffifin: 14)

Kelalaian juga dapat muncul karena bergaul dengan orang-orang yang menghabiskan waktu dalam kesia-siaan dan teman-teman yang buruk.

Sebab, seorang teman dapat menyeret temannya kepada kebiasaan yang sama. Seseorang berada di atas agama dan perilaku sahabat dekatnya.

Ada ungkapan: “Jika ingin mengetahui seseorang, jangan hanya melihat dirinya, tetapi lihatlah siapa yang menjadi temannya.”

Orang yang duduk bersama orang-orang yang lalai dan berani melakukan kemaksiatan lambat laun akan menyerupai mereka. Allah SWT berfirman:

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًۭا ٢٨

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.” (QS Al-Kahfi: 28)

Penyebab kelalaian lainnya adalah terlalu banyak bersenang-senang dan bermain-main. Telah sahih dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:

مَنِ اتّبَعَ الصَّيدَ غَفَل

“Barang siapa yang mengikuti perburuan, ia akan lalai.”

Lebih-lebih pada masa sekarang, berbagai permainan elektronik patut mendapat perhatian. Permainan tersebut telah menyita hati banyak anak muda, menguras tenaga dan waktu mereka, hingga sebagian di antara mereka melalaikan kewajiban agama maupun urusan dunia yang menjadi tanggung jawabnya. (UYR/Republika)

Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved