Follow us:

Posisi Jari Saat Tasyahud Menurut Para Ulama

Candaan tokoh politik seputar tasyahud dengan menunjuk dua jari karena kecintaan kepada pasangan calon presiden-wakil presiden tertentu membuat riuh jagat media sosial. Padahal, tasyahud awal maupun akhir dengan menunjuk jari telunjuk sebelah kanan merupakan tuntunan rukun shalat yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mendapatkan kesepakatan para ulama.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan bahwa jari telunjuk sebelah kanan ditegakkan saat tasyahud awal ataupun tasyahud akhir itu ketika bersamaan mengucap Illallah. Ulama abad pertengahan yang memiliki nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath Tushi mencontohkan ketika duduk tasyahud awal, maka tangan itu diletakkan di atas paha kanan dengan kondisi menggenggam jari-jari, kecuali jari telunjuk yang dikeluarkan menempel lurus ke paha. Ketika mengucap Illallah barulah jari telunjuk kanan itu diangkat ditegakkan. Sedangkan posisi tangan kiri berada di atas paha kiri dengan posisi jari-jari direnggangkan.

Ada perbedaan antara duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir. Dalam tasyahud awal, posisi duduk seperti duduk di antara dua sujud atau duduk iftirasy. Di mana kaki kiri diduduki dan bagian kaki kanan bawah didirikan berikut jari-jarinya. Sedangkan dalam tasyahud akhir, posisi bokong langsung duduk ke tempat shalat. Sementara itu, ujung kaki kiri dilipat hingga keluar ujungnya di bawah kaki kanan. Sedang posisi kaki kanan didirikan berikut jari-jarinya. Posisi ini disebut dengan duduk tawarruk.

ثم تجلس في الركعة الثانية للتشهد الأول ، وضع اليد اليمنى في جلوس التشهد على الفخذ اليمنى مقبوضة الأصابع ، إلا المسبحة والإبهام ، فترسلهما ، وأشر بمسبحة يمناك عند قولك: (إلا الله) لا عند قولك: (لا إله) ، وضع اليد اليسرى منشورة الأصابع على الفخذ الأيسر ، واجلس على رجلك اليسرى في هذا التشهد كما بين السجدتين ، وفي التشهد الأخير متوركا.

Kemudian duduklah di rakaat kedua untuk membaca tasyahud awal, dan letakkan tangan kananmu ketika duduk untuk tasyahud dengan menggenggam jari-jari tangan kanan, kecuali dari jari telunjuk. Maka lepaskanlah jari telunjuk tangan kanan dan tegakkan ketika mengucap Illallah, menegakkan jari telunjuk itu tidak ketika membaca la Ilaha. Letakkan tangan yang kiri dengan merenggangkan jari-jari dial atas paha kiri. Duduklah di atas kaki yang kiri dalam tasyahud ini seperti duduk di antara dua sujud. Dalam tasyahud akhir maka hendaklah duduk tawarruk, yakni duduk di atas tempat melakukan shalat, kaki kiri tidak dijadikan atas duduk, dan kaki kanan tetap didirikan sebagaimana dalam tasyahud awal.

Dalam saat tasyahud akhir itu, dianjurkan setelah membaca doa tahiyat maka dilanjutkan dengan membaca doa yang sebagaimana dibaca Rasulullah dalam shalatnya. Yakni di antaranya doa sebagai berikut: Allahumma inni a’uudzubika min ‘adzabi jahannama wamin ‘adzabil gabri” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa api neraka Jahannam dan siksa kubur).

وتستكمل الدعاء المعروف المأثور بعد الصلاة على رسول الله ﷺ ، واجلس فيه على وركك الأيسر ، و أضجع رجلك اليسرى خارجة من تحتك ، وانصب القدم اليمنى.

Dan sempurnakan dengan doa yang sudah dikenal diriwayatkan sampai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan duduklah dalam tasyahud akhir di atas bokongmu yang kiri. Adapun cara duduk Tawaruk ialah duduk di atas pantat yang kiri, sedangkan kaki kiri ditaruh dibawah kaki kanan. Sedangkan telapak kaki kanan tegak lurus dengan jari-jari kaki kanan menghadap ke arah kiblat, khususnya ibu jari.

Setelah tasyahud akhir selesai maka dilanjutkan membaca salam dengan lafaz assalamualaikum warahmatullah dengan memalingkan wajah ke kanan dan membaca salam lagi sambil memalingkan wajah ke kiri.

ثم قل بعد الفراغ: السلام عليكم ورحمة الله . مرتين من الجانبين ، والتفت بحيث يرى خديك من بجانبيك ، وانو السلام على من بجانبيك من الملائكة والمسلمين .

Setelah bacaan doa sesudah tasyahud akhir maka bacalah salam, “Assalamu ‘alaikum warahmatulahi”, sambil memalingkan muka ke arah kanan dengan disertai niat keluar dari (melakukan) shalat, di samping memberi salam pada malaikat dan kaum muslimin yang berada di sebelah kanan. Sesudah itu ucapkanlah salam yang kedua, dengan memalingkan muka arah kiri, dan ini hanyalah sunnah.

Setelah selesai shalat maka dianjurkan untuk memperbanyak berzikir, dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan mendoakan orang-orang yang masih hidup dan yang telah meninggal, setelah itu membaca doa sebagaimana dicontohkan Rasulullah, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para ulama Ahlussunah wal Jamaah.

Dalam masalah duduk iftirasy dan duduk tawarruk ini ada perbedaan pendapat di kalangan imam mazhab. Menurut mazhab asy-Syafi’i, duduk macam apa pun yang dilakukan oleh seseorang dalam shalat maka shalatnya sah dan disunahkan duduk iftirasy, sedangkan pada tasyahud kedua disunahkan duduk tawarruk.

Mazhab Maliki berpendapat bahwa dalam shalat disunahkan duduk tawarruk, yaitu dengan cara meletakkan pinggul sebelah kiri, dan memasukkan kaki kiri di bawah kaki kanan serta menegakkan telapak kaki kanan. Sedangkan, mazhab Hambali berpendapat bahwa disyariatkan duduk iftirasy pada duduk tasyahud pertama dalam shalat yang memiliki dua tasyahud dan pada duduk tasyahud kedua disyariatkan duduk tawarruk.

Pendapat para ulama fiqih pun berbeda seputar posisi jari tangan kanan kecuali telunjuk. M Masrur dalam buku Memahami Arti Bacaan Shalat menjabarkan tata cara duduk tasyahud akhir versi sejumlah mazhab fikih.

Mazhab Syafi’i berpendapat, menggenggam jari jemari tangan kanan kecuali telunjuk, menunjuk pada lafaz illa Allah terus mengangkat telunjuk tanpa menggerakkannya hingga salam. Pandangannya ke arah jari telunjuk.

Untuk Mazhab Maliki berpendapat, menekuk jari jemari kecuali telunjuk dan jempol. Menggerakkan jari telunjuk secara terus-menerus ke kanan dan kiri dengan gerakan sedang.

Sementara itu, Mazhab Hanafi, menunjuk dengan jari telunjuk sebelah kanan saja. Jari telunjuk diangkat ketika lafaz laa Ilaha, lalu menurunkannya ketika lafaz illa Allah. Mazhab Hambali, menekuk jari kelingking dan jari manis, melingkarkan jempol dan jari tengah, menunjuk dengan jari telunjuk pada tasyahud dan doa ketika menyebut lafaz Allah tanpa menggerakkannya. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved