Rasulullah Ungkap Keuntungan Spiritual Shalat Berjamaah di Masjid
Masjid merupakan tempat yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Di tempat inilah kaum Muslimin menunaikan shalat, membaca Alquran, berzikir, menuntut ilmu, serta mempererat ukhuwah sesama Muslim.
Karena itu, syariat Islam mengajarkan adab khusus ketika berada di masjid. Umat Islam dianjurkan datang dalam keadaan suci, menjaga kebersihan, memuliakan rumah Allah SWT, serta dilarang merusak atau menggunakan fasilitas masjid untuk kepentingan pribadi.
Keutamaan masjid juga disebutkan dalam banyak hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut enam hadits yang menjelaskan kemuliaan masjid dan orang-orang yang memakmurkannya.
1. Masjid adalah Tempat yang Paling Dicintai Allah SWT
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا»
‘An Abī Hurairata anna Rasūlallāhi ﷺ qāla: “Aḥabbul-bilādi ilallāhi masājiduhā, wa abghaḍul-bilādi ilallāhi aswāquhā.”
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: ‘Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.'” (HR Muslim)
Hadits ini menunjukkan kemuliaan masjid sebagai tempat ibadah dan pusat ketaatan kepada Allah SWT.
2. Setiap Langkah Menuju Masjid Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً»
Man taṭahhara fī baitihi, tsumma masyā ilā baitin min buyūtillāhi liyaqḍiya farīḍatan min farā’iḍillāh, kānat khaṭwatāhu iḥdāhumā taḥuṭṭu khaṭī’atan wal ukhrā tarfa’u darajah.
“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah tetapkan, maka satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya mengangkat derajat.” (HR Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «حِينَ يَخْرُجُ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى مَسْجِدِهِ فَرِجْلٌ تُكْتَبُ حَسَنَةً وَرِجْلٌ تَمْحُو سَيِّئَةً»
Ḥīna yakhrujur-rajulu min baitihi ilā masjidihi, farijlun tuktabu ḥasanah wa rijlun tamḥū sayyi’ah.
“Ketika seseorang keluar dari rumah menuju masjid, satu langkah dicatat sebagai kebaikan dan langkah lainnya menghapus keburukan.” (HR An-Nasa’i).
3. Berkumpul di Masjid Mendatangkan Rahmat dan Ketenangan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ»
Mājtama’a qaumun fī baitin min buyūtillāhi ta’ālā yatlūna kitāballāhi wa yatadārasūnahu bainahum illā nazalat ‘alaihimus-sakīnah wa ghasyiyat-humur-raḥmah wa ḥaffat-humul-malā’ikah wa dzakarahumullāhu fīman ‘indah.
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR Abu Dawud).
4. Shalat Berjamaah di Masjid Dilipatgandakan Pahalanya
Rasulullah SAW bersabda,
«صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا»
Ṣalātur-rajuli fil-jamā’ati tuḍa”afu ‘alā ṣalātihi fī baitihi wa fī sūqihi khamsan wa ‘isyrīna ḍi’fan.
“Shalat seseorang secara berjamaah lebih utama dibanding shalatnya di rumah atau di pasar dengan pahala dua puluh lima kali lipat.” (HR Bukhari)
Hadits ini juga menjelaskan bahwa setiap langkah menuju masjid mengangkat derajat dan menghapus dosa, sementara para malaikat terus mendoakan orang yang menunggu waktu shalat.
5. Orang yang Berjalan ke Masjid Akan Mendapat Cahaya pada Hari Kiamat
عَنْ بُرَيْدَةَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Basyyiril-masyyā’īna fiẓ-ẓulami ilal-masājidi bin-nūrit-tāmmi yaumal-qiyāmah.
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid dalam kegelapan malam bahwa mereka akan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud)
Hadits ini menjadi motivasi bagi kaum Muslimin untuk tetap menjaga shalat berjamaah, termasuk pada waktu Subuh dan Isya.
6. Membangun Masjid Dibalas Istana di Surga
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ»
Man banā masjidan yabtaghī bihi wajhallāh banallāhu lahu mitslahu fil-jannah.
“Barangsiapa membangun masjid karena mengharap ridha Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya bangunan yang serupa di surga.” (HR Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa memakmurkan masjid tidak hanya dengan menghadiri shalat berjamaah, tetapi juga dengan membantu pembangunan, perawatan, dan berbagai aktivitas yang mendukung fungsi masjid sebagai pusat ibadah umat Islam.
Enam hadits tersebut menunjukkan bahwa masjid bukan sekadar bangunan tempat shalat. Masjid adalah tempat yang dicintai Allah SWT, sumber ketenangan, ladang pahala, penghapus dosa, serta jalan menuju kemuliaan di dunia dan akhirat. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments