Tugas Memerintahkan Keluarga untuk Shalat
Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari dalam kitab At Tanwir menjelaskan soal kandungan Al-Quran Surat Thaha ayat 132:
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
wa’mur ahlaka bish-shalâti washthabir ‘alaihâ, lâ nas’aluka rizqâ, naḫnu narzuquk, wal-‘âqibatu lit-taqwâ
Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
Menurut Syekh Athaillah, ayat ini mengandung beberapa pelajaran. Yakni:
Pertama, engkau harus mengetahui bahwa meski audiens (mukhathab) dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad SAW, tetapi hukum dan janji yang disebutkan dalam ayat tersebut juga berlaku bagi seluruh umat beliau. Setiap hamba menjadi objek perintah dari ayat,
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
wa’mur ahlaka bish-shalâti washthabir ‘alaihâ, lâ nas’aluka rizqâ, naḫnu narzuquk, wal-‘âqibatu lit-taqwâ.
Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa. (QS: Thaha: 132).
Jika engkau memahaminya, ketahuilah bahwa Allah memerintahkanmu untuk mengajak keluargamu mengerjakan shalat. Sebab, sebagaimana engkau harus menyambung tali persaudaraan dan memotivasi mereka dalam urusan dunia, engkau juga harus mengajak mereka untuk taat kepada Allah dan menjauhi perbuatan maksiat.
Sebagaimana keluargamu lebih berhak mendapat kebaikan darimu dalam perkara dunia, maka keluargamu juga lebih berhak mendapat kebaikan darimu terkait urusan akhirat. Sebab, mereka menjadi tanggung jawab dan dalam perlindunganmu.
Rasulullah bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, perhatikan firman Allah pada ayat-ayat di atas, Allah memberi instruksi kepada hamba-Nya agar memerintahkan keluarganya untuk shalat sebelum Dia memerintahkannya untuk bersabar dalam mengajak keluarganya. Allah hendak mengaharimu bahwa ayat tersebut disampaikan dalam konteks perintah untuk mengajak keluarga menjalankan shalat. Sementara perintah lain dan janji yang ada di ayat tersebut berada di posisi kedua setelah perintah pertama tadi, meskipun perintah itu dimaksudkan untuk dirinya sendiri.
Namun, ketika seorang hamba diperintahkan untuk mendirikan shalat dan tidak ada keraguan dalam dirinya, maka Allah hendak mengingatkan para hamba-Nya tentang sesuatu yang bisa jadi mereka abaikan. Dia memerintahkan Nabi Muhammad dengan perintah itu sehingga mereka dapat mendengar dan mengikuti, lalu berlomba menunaikan perintahnya dan tekun mengerjakannya. (UYR/Republika)
Copyright 2023, All Rights Reserved
Leave Your Comments