Follow us:

5 Perkara yang Harus Diperhatikan Sebelum Menunaikan Zakat Menurut Imam Al-Ghazali 

Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Karenanya ia wajib dijalankan oleh setiap umat Islam. Sebagai sebuah kewajiban maka sudah sepatutnya setiap individu mengetahui cara dan syarat-syarat lahiriyah dan batiniyah dalam menunaikan zakat.

Imam Al-Ghazali dalam bukunya Percikan Ihya’ Ulumudin Rahasia Puasa & Zakat Mencapai Kesempurnaan Ibadah dengan penerjemah Muhammad Al-Baqir mengatakan, ada lima perkara yang harus diperhatikan bagi seseorang yang akan menunaikan zakat.

Pertama, niat. Menurut Al-Ghazali, mereka harus meniatkan dalam hatinya bahwa harta yang akan dikeluarkan adalah zakat wajib atas dirinya (bukan sedekah sukarela). Dan sebaiknya menentukan bagian hartanya mana yang akan dizakati jika mempunyai beberapa harta.

Jika ada orang gila atau anak kecil yang hartanya harus dizakati maka niatnya diwakili oleh wali mereka masing-masing.

Kedua, menyegerakan zakat. Al-Ghazali menjelaskan hendaknya seseorang menyegerakan zakatnya yang diwajibkan segera setelah berlalu haulnya. Dalam zakat fitrah tidak dibenarkan menunda mengeluarkan zakat sampai lewat hari raya Idul Fitri 

Adapun kewajiban mengeluarkannya dimulai sejak terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Namun boleh mempercepatnya sejak permulaan Ramadhan. Bahkan berdosa jika menunda dalam mengeluarkan zakat disaat kesempatan itu ada.

Dibolehkan mendahulukan pengeluaran zakat harta sebelum waktu wajibnya apabila cukup nishabnya dan sampai haulnya. Diperbolehkan juga mendahulukan pengeluaran zakat untuk masa dua tahun yang akan datang.

Ketiga, mengeluarkan zakat dari jenis hartanya bukan nilai harganya. Al-Ghazali menjelaskan orang yang membayar zakat tidak menggantikannya dengan memperhitungkan harganya, melainkan mengeluarkannya dari jenis harta itu sendiri. Maka dari itu tidak boleh mengeluarkan uang untuk zakat emas begitu juga sebaliknya mengeluarkan emas untuk zakat uang meskipun nilainya lebih banyak.

Keempat, tidak memindahkan zakat ke negeri atau kota lain. Sebab, pandangan kaum fakir miskin dari setiap kota pasti tertuju pada harta zakat dari para hartawan kota itu. Maka akan mengecewakan mereka apabila zakat itu dipindahkan ke kota lain.

Kelima, membagi-bagi zakat kepada kelompok-kelompok yang ada di kota setempat. Al-Ghazali menjelaskan hal yang perlu diperhatikan bagi pembayar zakat adalah pembagian zakatnya sesuai dengan jumlah kelompok (ashnaf) yang ada di kotanya. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved