Follow us:

7 Manfaat Shalat Dhuha

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan seorang muslim yang tidak pernah meninggalkan shalat Dhuha di pagi hari. Manfaatnya ini tidak hanya untuk bekal di akhirat, tetapi juga dirasakan langsung di dunia.

Di antara manfaatnya ini adalah melancarkan rezeki sekaligus sebagai amal sedekah terhadap setiap sendi-sendi di dalam tubuh kita. Shalat dhuha dapat dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak 12 rakaat. Adapun waktunya dimulai pada pagi hari setelah terbit matahari hingga menjelang waktu sholat dzuhur.

Dikutip dari buku Berkah Shalat Dhuha oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, ada banyak manfaat lain jika kita rutin menjaga sunnah shalat dhuha.

1. Shalat dhuha sebagai sedekah

Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat.” (HR Muslim dari Abu Dzar).

2. Shalat dhuha sebagai investasi amal cadangan

Salah satu fungsi ibadah shalat sunah adalah untuk menyempurnakan kekurangan shalat wajib. Sebagaimana diketahui, shalat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan pada hari Kiamat.

Shalat juga merupakan kunci semua amal kebaikan. Jika shalatnya baik maka baiklah amal ibadah yang lain. Begitu juga sebaliknya, jika rusak shalatnya, ia akan merugi dan kecewa. Shalat sunah termasuk sholat Dhuha merupakan investasi atau amal cadangan yang dapat menyempurnakan kekurangan shalat fardhu (wajib).

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (shalatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (shalatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada shalat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai shalat sunah maka sempurakanlah dengan shalat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan shalat, barulah amalan lainnya.” (HR Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)

3. Keuntungan yang besar

Dikisahkan, Rasulullah SAW mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh Allah. Akhirnya, mereka memperoleh kemenangan yang gemilang dan mendapatkan harta rampasan yang melimpah.

Orang-orang pun ramai membicarakan singkatnya peperangan mereka dan banyaknya harta rampasan perang yang mereka peroleh. Kemudian, Rasulullah menjelaskan ada yang lebih utama dan lebih baik dari mudahnya kemenangan dan harta rampasan yang banyak, yaitu shalat dhuha.

“Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia berkata, ‘Rasulullah SAW mengirim pasukan perang. Lalu, pasukan itu mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali (dari medan perang). Orang-orang pun (ramai) memperbincangkan cepat selesainya perang, banyaknya harta rampasan, dan cepat kembalinya mereka. Maka, Rasulullah SAW bersabda, ‘Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan cepatnya kembali (dari medan perang)? (Yaitu) orang yang berwudhu kemudian menuju masjid untuk mengerjakan shalat sunah Dhuha. Dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak (memperoleh) harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.” (HR Ahmad).

“Barang siapa yang mengerjakan shalat dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa atau lalai. Barangsiapa yang mengerjakan shalat dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang taubat (kembali kepada Allah). Barang siapa yang mengerjakan shalat dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barang siapa yang mengerjakan shalat dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba-hamba yang patuh, dan barang siapa sholat dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga” (HR Tabrani dari Abu Darda).

4. Dicukupi kebutuhan hidupnya

Orang yang gemar melaksanakan shalat Dhuha karena Allah, akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa Allah berfirman,

“Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena Aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi).

5. Pahala haji dan umrah

Orang yang shalat Shubuh berjamaah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit kemudian shalat Dhuha (syuruq), maka pahalanya seperti pahala haji dan umrah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang sholat Shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan shalat Dhuha (syuruq) dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR Tirmidzi).

6. Diampuni semua dosanya walau sebanyak buih di laut

Allah akan mengampuni dosa orang yang membiasakan shalat Dhuha, walau dosanya sebanyak buih di laut. Sebagaimana disebut dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

7. Istana di surga

Allah akan membangun istana di surga bagi orang yang gemar shalat Dhuha. Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits dari Anas bin Malik:

“Barangsiapa shalat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Demikian beberapa nash hadits (dalil hadits) yang secara gamblang menyebutkan banyaknya manfaat dari shalat Dhuha jika kita rajin melakukannya setiap hari. Sebuah motivasi bagi kita agar lebih perhatian dan membiasakan sholat Dhuha. (UYR/Republika)

Share This:
Tags: , ,

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved