Follow us:

Kemenag: Ke Mesir itu untuk Promosi Literasi Islam Indonesia dan Diapresiasi Dunia

Kementerian Agama pada Januari 2026 untuk kali pertama mengikuti Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Kairo, Mesir. Paviliun Indonesia menampilkan kekayaan budaya dan khazanah keislaman Nusantara yang menarik ribuan perhatian pengunjung dari berbagai negara hingga mendapat apresiasi dunia.

Cairo International Book Fair 2026 yang berlangsung pada 21 Januari hingga 3 Februari 2026. Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kemenag Ismail Nur mengatakan, keikutsertaan UPQ dalam pameran di Mesir merupakan bagian dari promosi literasi Islam Indonesia di forum internasional. Kegiatan tersebut bukan perjalanan wisata sebagaimana narasi yang beredar di media sosial, melainkan bagian dari diplomasi pendidikan, kebudayaan, dan literasi keagamaan Indonesia di tingkat global.

“Kita ke Mesir itu untuk promosi literasi Islam Indonesia dan itu diapresiasi Dunia. Forum ini menjadi ruang memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan kaya tradisi literasi keagamaan kepada masyarakat internasional,” ujar Ismail Nur di Ciawi, Bogor, Jumat (8 Mei 2026).

Menurutnya, Indonesia membawa berbagai produk literasi keagamaan, mulai dari Mushaf Standar Indonesia, Mushaf Braille, Mushaf Isyarat, mushaf digital, tafsir, hingga buku-buku keislaman Indonesia lainnya. Salah satu daya tarik utama paviliun adalah penampilan volunteer yang mengenakan baju adat Nusantara.

Kemenag bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menghadirkan beragam busana tradisional dari Aceh, Melayu, Palembang, Jambi, Sulawesi, Riau, dan Jawa. Penampilan tersebut menarik perhatian pengunjung lokal maupun internasional untuk berfoto dan berdialog tentang budaya Indonesia.

Selain budaya, Paviliun Indonesia juga mengangkat tema ekoteologi, yaitu relasi antara agama dan lingkungan. Berbagai publikasi Kementerian Agama turut dipamerkan, di antaranya Ekoteologi Islam dan Tafsir Gender. Salah satu fitur paling ikonik di paviliun adalah mushaf Al-Qur’an dengan bahasa isyarat. Fitur ini memungkinkan pengunjung dari berbagai negara menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan Al-Qur’an bagi komunitas tuli.

“Banyak pengunjung yang antusias mempelajari Al-Qur’an bahasa isyarat karena merupakan yang pertama kali di dunia. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kepedulian yang sangat kuat dalam inklusivitas layanan keagamaan,” katanya.

Selain itu, Paviliun Indonesia juga menampilkan karya-karya ulama Nusantara, baik dalam bahasa Arab maupun Arab Pegon, dengan latar bahasa Indonesia, Melayu, dan Sunda. Demonstrasi kaligrafi serta pembagian buku gratis dari Kemenag turut menambah antusiasme pengunjung.

Dalam rangkaian kegiatan yang telah mengantongi izin Sekretariat Negara ini, delegasi Indonesia juga menjadi bagian beberapa seminar internasional selama di Mesir. “Kami berpartisipasi pada lima seminar, di antaranya seminar internsional fikih lingkungan serta seminar tentang harmoni sosial dan pengelolaan zakat wakaf,” paparnya.

Ismail Nur mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari promosi ekoteologi dan Islam wasathiyah yang selama ini menjadi salah satu karakter kehidupan beragama di Indonesia. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari soft diplomacy Indonesia melalui jalur pendidikan, budaya, dan literasi Islam,” lanjutnya.

“Di sana kita memperkenalkan tentang ekoteologi yang juga mendapatkan apresiasi banyak pihak. Ribuan buku terkait ekoteologi, zakat, wakaf, jaminan produk halal pun kita cetak dan bagikan dalam seminar-seminar tersebut,” lanjut Ismail.

Terkait anggaran, Ismail memastikan seluruh proses tetap mengikuti mekanisme pengawasan internal pemerintah. Alokasi anggaraan belanja bahan sebesar Rp1.096.900.000 hingga kini belum direalisasikan karena masih menunggu reviu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Demikian juga dengan alokasi anggaran perjalanan dinas luar negeri sebesar Rp568.165.000, meski telah tercatat sebagai realisasi kas bendahara, namun belum dibayarkan kepada pihak terkait karena masih menunggu hasil reviu APIP juga.

“Semua proses tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme pengawasan yang berlaku,” tegasnya. (UYR/Kemenag)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved