Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan?
Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini dianjurkan untuk dilaksanakan selama enam hari pada Syawal dan lebih diutamakan dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.
Namun, apakah boleh melaksanakan puasa Syawal tidak berurutan selama enam hari?
Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan bisa dikatakan sukses dengan sempurna jika ia bisa meneruskan konsistensi puasanya selama enam hari di bulan Syawal, yakni setelah Hari Raya Idul Fitri.
Dengan melaksanakan ibadah puasa Syawal, siapa pun yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala puasa selama satu tahun. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ
“Barang siapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim).
Ketua Asosiasi Mahad Aly Indonesia (AMALI) KH Nur Hannan menjelaskan bahwa puasa sunnah Syawal dilaksanakan selama enam hari pertama pada Syawal. Kendati demikian, menurut dia, puasa sunnah Syawal juga dapat dilakukan di luar tanggal tersebut dan boleh tidak berurutan selama masih di bulan Syawal.
“Kalau dalam haditsnya yang sangat populer itu, puasa Syawal ini disebutkan memang enam hari. Tapi, itu kan termasuk puasa sunnah. Jadi artinya, kalau bisa puasa enam hari itu tentu lebih sempurna dan sesuai dengan tuntuan yang ada dalam hadits itu,” ujar Kiai Hannan seperti dilansir Republika.
Namun, Direktur (Mudir) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng ini melanjutkan, jika pun pelaksanaan puasa Syawal itu tidak genap enam hari, juga diperbolehkan. Menurut dia, orang yang mengerjakannya akan tetap mendapatkan puasa sunnah.
“Tapi kalau misalnya tidak sempurna enam hari, misal satu hari, dua hari, atau tiga hari itu tetap mendapatkan pahala sunnah,” ucap Kiai Hannan.
Dia menambahkan, puasa sunnah Syawal ini dapat dilakukan di luar tanggal 2-7 Syawal, bahkan bisa dilakukan di akhir Syawal. Menurut dia, puasa sunnah ini boleh tidak berurutan selama masih di bulan Syawal.
“Nggak apa-apa (kalau tidak berurutan). Memang nggak disaranakan harus berurutan enam hari itu. Jadi boleh pisah-pisah, yang penting jumlahnya enam hari kalau bisa, sehingga puasa syawalnya sempurna,” kata Kiai Hannan.
Bagi umat Islam yang merayakan Idul Fitri mengikuti ketentuan Muhammadiyah, 1 Syawal jatuh pada 21 April 2023 sehingga akhir bulan Syawal jatuh pada 20 Mei 2023. Sedangkan bagi umat Islam yang mengikuti ketentuan Idul Fitri pemerintah, 1 Syawal jatuh pada 22 April 2023. Karena itu, akhir bulan Syawal jatuh pada 21 Mei 2023. Hal ini berlaku jika bulan Syawal berjumlah 30 hari. (UYR/Republika)
Leave Your Comments
Copyright 2023, All Rights Reserved
One Comment to 'Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan?'
Tri Budi Astuti
18 May, 2023 at 2:42 PMPak Yumroni, jazaakallah khair atas postingannya, sangat bermanfaat. Smg mjd amal jariahnya. Aamiin