Follow us:

Cara Mendekatkan Diri kepada Allah

Presiden Yaqeen Institute for Islamic Research, Dallas, Imam Omar Suleiman menjelaskan tiga hal yang memungkinkan seseorang menjadi wali Allah ini.

Wali Allah sangat tersebar di antara banyak orang-orang, kita tidak tahu siapa mereka, dan itulah yang membuat hal ini begitu menarik. Faktanya, beberapa wali Allah sendiri tidak tahu bahwa mereka adalah wali Allah, mereka tidak begitu mengerti betapa Allah mencintai mereka dan bagaimana mereka bisa naik ke peringkat itu.

Ada tiga cara, yang disebutkan para ulama, untuk mencapai wali Allah ini, yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad (saw) dalam sebuah hadits Qudsi bahwa Allah telah berfirman,

“Siapa pun yang menganggap teman istimewa Aku itu sebagai musuh, Aku akan berperang melawannya.”

Tiga cara tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, melaksanakan kewajiban kepada Allah SWT dan berbuat baik.

Memenuhi kewajiban dan berbuat baik sampai merasakan manisnya kebaikan itu, yang merupakan keridhaan Allah, dan itu menjadi kekuatan motivasi kuat dalam hidup.

Tidaklah kamu dekat dengan Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai daripada melakukan kewajiban, shalat tepat waktu, puasa, melakukan hal-hal yang diperintahkan Allah kepada kita. Sehingga bisa mendapatkan keridhaan Allah.

Ridha Allah adalah motivasi kita untuk melakukan semua perbuatan baik sehingga kita akan terus melakukan lebih dan lebih, dan kita tidak bisa merasa cukup dengan hal itu. Karena kita telah merasakan manisnya shalat, sekarang lima kali tidak cukup lagi, kita merasakan manisnya puasa, Ramadhan tidak cukup lagi, kita merasakan manisnya haji, haji tidak cukup lagi.

Maka Allah membukakan hal-hal ini untuk kita dan kita merasakan kesenangan dari perbuatan baik itu dan itu menjadi kekuatan kita untuk terus melakukannya.

Kedua, bertaubat dengan tulus.

Seseorang membuat pertaubatan yang tulus kepada Allah, karena Allah, dan keridhaan Allah. Karena di dalam taubat itu sama sekali menghilangkan efek kesenangan dari ketidaktaatan itu kepada Allah.

Ketiga, mendapat ujian yang amat besar.

Allah mengambil sesuatu darimu, dan melalui tragedi itu kamu melakukan ihtisab, yaitu mencari pahala (ridha Allah).

Anda mencoba mencari kesenangan itu dari Allah, dan itulah yang membuat anda mengambil hikmah melalui tragedi itu.

Itu sekali lagi menjadi cara kita mengontekstualisasikan semua tragedi  dan semua kesengsaraan bahwa seseorang akan mencapai status wali Allah. (UYR/Republika)

Share This:

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2023, All Rights Reserved