Follow us:

Cerita Dokter Anisa Ibrahim, Pimpin Klinik Tempat Dulu Dirinya Dirawat saat Jadi Pengungsi

 

DARUSSALAM.ID – DATANG ke Amerika Serikat (AS)  26 tahun yang lalu sebagai pengungsi muda, Dr. Anisa Ibrahim sekarang memimpin klinik Seattle yang dulu merawatnya sebagai pasien. Hal ini terjadi setelah Dr Anisa Ibrahim dipromosikan menjadi Direktur Medis di Klinik Pediatrik Harbourview Medical Center, baru-baru ini.

“Ini adalah salah satu yang saya hormati dan syukuri, tetapi saya juga telah bekerja sangat keras, untuk berada di klinik yang saya sukai,” kata dr. Ibrahim.

Ibrahim dibawa ke AS pada tahun 1993 dari Somalia ketika ia berusia enam tahun.

“Kami tiba di Kenya pada tahun 1992 dan pada tahun 1993 kami dipindahkan ke Seattle,” kata dr. Ibrahim.

Dia pun mengenang kembali pengalaman yang dilaluinya sebagai pengungsi.

“Itu adalah waktu yang sangat singkat, jumlah rata-rata yang dihabiskan seseorang di kamp pengungsian saat ini adalah 17 tahun.”

Dia masih ingat wabah tuberkulosis di kamp pengungsi di Kenya, dan saudara kandungnya terkena campak. Ketika dia tiba di Seattle, dia dan saudara kandungnya menerima perawatan di Klinik Pediatrik Harbourview Medical Center.

“Saya bisa mengatakan saya tahu hidup ini sulit di kamp pengungsi,” kata dr. Ibrahim, “Aku tahu hidup ini sulit untuk menetap di negara baru dan tidak berbicara bahasa Inggris dan tidak tahu di mana toko kelontong dan terisolasi dari anggota keluargamu.”

26 tahun sejak kedatangannya sebagai pengungsi di AS, dr Ibrahim mengambil posisi terdepan di klinik tempat dulu dia dirawat. Dia pun sekarang ini ingin menjangkau populasi imigran dan pengungsi.

“Sungguh menakjubkan melihat anak-anak yang saya lihat di tiga hari kehidupan sekarang bercerita tentang hari pertama mereka di taman kanak-kanak,” kata dr. Ibrahim.

Sebagai dokter Somalia yang mengenakan jilbab, dr. Ibrahim percaya bahwa representasi sangat penting bagi generasi muda.

“Mungkin ada jutaan gadis kecil di kamp-kamp pengungsian saat ini yang tidak ditawari kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Padahal mungkin saja dia bisa menjadi ahli bedah saraf berikutnya, ”kata dr. Ibrahim.(Hud/Islampos)

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2021, All Rights Reserved